PIALA UBER 2020: Greysia/Apriyani Absen Hadapi Jepang

Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (foto: FIN)

DENMARK, PALPOS.ID – Menghadapi pertandingan terakhir Grup A Piala Uber 2020 melawan Jepang, Indonesia akan tampil dengan corak baru.

Laga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, malam ini akan menentukan. Pemenangnya akan menjadi juara grup. Sebab, kedua tim sudah dipastikan lolos ke perempat final.

Indonesia sebelumnya dua kali memetik kemenangan. Yaitu masing-masing 4-1 atas Jerman dan Prancis. Sementara Jepang juga mengoleksi dua kemenangan, masing-masing 5-0 atas Prancis dan Jerman.

Melawan Jepang, sektor tunggal putri Indonesia yang turun adalah Gregoria Mariska Tunjung, Putri Kusuma Wardani, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo. Sementara itu, Nandini Putri Arumni dipastikan absen.

Nandini cedera saat menghadapi Yaelle Hoyaux asal Prancis, Senin (11/10). Nandini dikabarkan akan absen selama enam pekan. Dini sapaan akrabnya, berdasarkan hasil pemeriksaan di RS Aarhus, Denmark, mengalami robekan sebagian pada ligamen lutut medial kaki kanan.

“Dini dipastikan tidak bisa lanjut meneruskan pertandingan di Piala Uber. Keikutsertaannya ke Ceko dan Belgia Terbuka juga harus ditarik,” kata manajer tim Eddy Prayitno dalam siaran pers PP PBSI yang diterima JawaPos.com.

Dengan kondisi tersebut, tim Uber Indonesia akan terus mengandalkan trio Gregoria, Putri, dan Ester. “Ya ketiga pemain inilah yang akan kita mainkan membela Indonesia pada pertandingan selanjutnya di Piala Uber,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky.

Sementara itu di sektor ganda putri, pasangan emas Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu tidak diturunkan melawan Jepang. Sebagai gantinya, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto akan menjadi ganda pertama.

Ribka/Fadia akan didampingi Putri Syaikah/Nita Violina Marwah. Putri Syaikah yang akrab disapa Chika ini sebelumnya sempat tampil dan menyumbangkan poin saat berduet dengan seniornya Apriyani ketika melawan Prancis.

“Di ganda putri, formasinya berbeda. Tidak lagi mengandalkan Greysia/Apriyani, tetapi memainkan pasangan muda. Ini menjadi bagian dari proses regenerasi di sektor ganda putri,” tutur Eng Hian, kepala pelatih ganda putri. (JawaPos.com)