Diduga Dilempar Sapu, Mata Murid SD Ini Lebam. Ini Keterangan Sekolah!

Murid berinisial GR yang diduga dianiaya oknum guru dengan sapu, Senin (11/10). Foto: istimewa for harianbanyuasin.com

BANYUASIN, PALPOS.ID – Murid Kelas IV SD Negeri 1 Banyuasin III, berinisial GR kini harus dirawat di salah satu rumah sakit di Palembang, lantaran mata sebelah kirinya lebam.

Informasi yang beredar, lebamnya mata kiri murid GR lantaran terkena sapu yang diduga dilemparkan oknum guru. Peristiwa itu terjadi, Senin (11/10), sekitar pukul 10.00 WIB.

Tak ayal, pesan berantai pun diterima oleh harianbanyuasin.com. Disebutkan, jika peristiwa tersebut terjadi di lingkungan sekolah. Namun sayang, dari narasumber yang tidak mau disebutkan mengaku jika mata GR terancam dioperasi.

“Ya, katanya sih terkena lemparan sapu, oleh gurunya. Sekarang GR dibawa ke rumah sakit di Palembang. Mohon doa saja semoga tidak berdampak pada penglihatannya,” kata sumber.

Guna memastikan informasi tersebut, Kepala SD Negeri 1 Banyuasin III, Zulfa Laida SPd dikonfirmasi, Selasa (12/10) membenarkan kejadian tersebut. Namun dia menyangkal jika musibah yang menimpa salah satu anak didiknya itu dilakukan oleh salah satu gurunya.

“Tidak benar kalau guru kami melempar sapu kepada anak kami. Yang sebenarnya terjadi, GR saat itu tengah bermain dengan temannya satu kelas. Kemungkinan saat bermain inilah, tidak sengaja terkena lemparan sapu. Kalau informasi yang beredar, itu dilakukan oleh guru kami, itu informasi yang salah,” tegas Zulfa.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah bertanggung jawab atas kondisi korban lantaran peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah. Namun, siapa yang secara tidak sengaja melempar sapu, Zulfa menyebut pihaknya tidak bisa memastikan, lantaran tidak ada yang mengetahui.

“Kita juga belum tahu siapa pelakunya. Karena suasana di Kelas IV cukup ramai. Bahkan guru pun tidak melihat kejadian. Dan masalah ini tidak perlu diperpanjang karena perbuatan anak-anak kecil, jangan sampai mereka trauma akibat kejadian tersebut. Yang jelas, sekarang sudah ada perdamaian antar keluarga korban dengan sekolah difasilitasi oleh Korwil Disdikbud Kecamatan Banyuasin III,” terangnya.

Terpisah, Korwil Disdikbud Kecamatan Banyuasin III, Sobirin MPd, mengaku bahwa persoalan tersebut sudah difasilitasi agar tidak melebar, karena persoalan anak kecil.

“Kita berharap setelah korban pulang dari rumah sakit baru dilakukan urun rembuk untuk menyelesaikan musibah yang menimpa siswa di situ,” pungkas dia.

Namun sayang, guna memastikan kronologis sebenarnya, hingga berita ini diturunkan Harian Banyuasin belum berhasil mengkonfirmasi pihak keluarga. (tim/harianbanyuasin.com)