Diduga Korsleting Listrik, 4 Rumah di Desa Pinang Mas Ludes Terbakar

Api membara melahap rumah warga Desa Pinang Mas, Senin (18/10). Foto: humas polres ogan ilir

INDRALAYA, PALPOS.ID – Untuk yang kesekian kalinya, korsleting listrik diduga menjadi penyebab kebakaran rumah di Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Kali ini kebakaran menghanguskan 4 rumah warga di Dusun I Rt 01 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI. Kebakaran yang meluluhlantakan 4 rumah dua tingkat dengan atasnya terbuat dari kayu dan bawahnya merupakan bangunan beton itu, terjadi Senin (18/10), sekitar pukul 23.00 WIB.

Adapun  ke 4 rumah tersebut adalah milik Hermanto (45), Sarkowi (63), Sakban dan Budi Mulyono (38). Menurut keterangan polisi, api berasal dari rumah korban Hermanto, dimana saat kejadian Hermanto beserta keluarga sedang tidur pulas di kamar. Lantas dikagetkan dengan suara dari arah luar yang ketika di cek, ternyata api dari arah plafon yang terbuat dari terpal sudah membumbung tinggi.

‘’Api pertama kali dilihat Kartini, Istri Hermanto. Setelah melihat api sudah membesar dari arah plafon yang terbuat dari terpal lantas korban Hermanto beserta keluarga bergegas menyelamatkan diri,” terang Kapolsek Tanjung Raja Iptu Joko Edi Santoso dalam rilis humas Polres OI, Selasa (19/10).

Diungkapkan Joko, api pun terus membesar hingga merembet ketiga rumah di dekatnya. Warga yang melihat peristiwa itu lantas secara bergotong royong berupaya memadamkan api tersebut dengan dibantu 2 unit Damkar dari Kabupaten OI. Alhasil api pun dapat dipadamkan setelah lebih kurang selama 2 jam. “Api berhasil dipadamkan pada pukul 01.00 WIB,” terang Joko.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam tragedi Nahas tersebut, akan tetapi kerugian ditaksir lebih kurang sekitar Rp500 juta.

Untuk saat ini, warga korban kebakaran sangat membutuhkan uluran tangan dermawan dan rangkulan tangan pemerintah setempat, untuk memulihkan kembali keadaan batin dan tatanan kehidupan mereka.

“Semuanya ludes terbakar, yang dibutuhkan saat ini makanan, obat-obatan, baju dan bahan urgen lainnya terutama perlengkapan bayi dan sekolah,” ungkap Kartini. (*)

Editor: Bambang Samudera