Hama Tikus Serang Lima Hektar Tanaman Padi

Petugas POPT bersama petani melakukan gerakan pengendalian OPT di Ataran Koramil Lama.

PAGARALAM, PALPOS.ID – Puluhan hektar areal pertanian di Ataran Koramil Lama, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara terancam rusak oleh serangan hama tikus. Bahkan jika tidak cepat ditindaklanjuti dengan penanganan, tidak menutup kemungkinan tanaman padi gagal panen.

Laporan petani yang resah akibat serangan hama tikus ini cepat ditindaklanjuti oleh Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan Dinas Pertanian Kota Pagaralam. Petugas bersama puluhan petani langsung bergerak cepat melakukan Gerakan Pengendalian OPT Pangan.

“Jenis hama atau organisme pengganggu tanaman adalah tikus. Sudah kita tindaklanjuti bersama dengan petani dengan upaya lubang-lubang persembunyian tikus dimasukkan bahan pengendalian berupa brankus dan petrokum,” ucap Petugas POPT Sumsel, Budi Dharma SP.

Dia menyebutkan, jika intensitas serangan hama tikus ini diperkirakan sekitar 15 hingga 25 % dengan luas serangan sekitar 5 hektar. Sementara untuk areal pengendalian atau hamparan lahan pertanian mencapai 55 ha.

“Serangan hama tikus sejak tanggal 13 Oktober lalu. Hama ini merusak tanaman padi yang sudah berumur antara 25 hingga 85 hari,” ucap dia seraya mengatakan ratusan lubang tikus dimasukkan brankus, hasilnya tak sedikit hama pengganggu ini mati seketika.

Lanjut Budi Dharma SP, kepada petani tetap diimbau tetap waspada dengan serangan hama tikus ini. Dengan kata lain pengendalian tetap dilanjutkan oleh petani ataran. “Kita juga rekomendasikan untuk melakukan pengendalian di awal musim tanam secara grobokan (beramai-ramai, red), menjaga sanitasi lahan OP serta pemupukan berimbang dengan dosis terukur,” saran Budi Dharma.

Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian Kota Pagaralam, Gunsono Mekson SP MM melalui Kabid Produksi Pangan, Hendriawan Spi MP mengatakan, penanggulangan cepat, sehingga serangan hama tikus ini tidak meluas. “Sebab, hama tikus ini cepat sekali siklus berkembang biaknya, sekali melahirkan bisa menghasilkan 20 ekor anak,” ucap dia didampingi Kasi Serealea, Hendra Gunawan SP.

Bahkan jika lambat pengendalian, tanaman tidak hanya rusak, namun bisa berpotensi gagal panen. “Seperti kejadian serangan hama ini, hama tikus merusak tanaman padi dengan memakan bulir-bulir padinya,” pungkas dia. (*)