Klarifikasi Panitia Pilkades dan Bakal Cakades Desa Sumber Rahayu

Tim Independet Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) Kabupaten Muara Enim kembali melakukan klarifikasi terhadap Balon Kades Mansur dan enam Panitia Pilkades Desa Sumber Rahayu, Rabu (20/10). Foto: istimewa

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Untuk cross check data di lapangan, Tim Independet Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) Kabupaten Muara Enim kembali melakukan klarifikasi terhadap Balon Kades Mansur dan enam Panitia Pilkades Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Selasa (13/10).

Tim Independen Penyelesaian Pelaksanaan Seleksi Bakal Calon Kepala Desa Kabupaten Muara Enim dipimpin oleh Wakil Ketua H Taufik Rahman SH, dan anggota serta didampingi Camat Lubai Ulu Win Insani.

Adapun ke-6 warga Desa Sumber Rahayu yang diminta klarifikasi adalah Ketua Panitia Desa Sumber Mulya Hamami, dan lima anggotanya yakni Arianzal, Ahamd Yani, Ujang Setiawan, dan Iwan Kisnadi serta Bakal Cakades Desa Sumber Rahayu Mansur.

Ketua Panitia Desa Sumber Mulya Hamami, bahwa permasalahan tersebut berawal dari hasil ujian SIMPAPDES atas nama Bakal Cakades Yoni Welison yang akan menyimpan hasil tes.

Namun ketika akan disimpan datanya tidak mau disimpan dan terus loading sampai ujian berakhir sehingga yang bersangkutan tidak mempunyai nilai alias nol.

Kemudian ia berkoordinasi dengan pihak panitia mencari penyebabnya dan bagaimana solusinya. “Kalau murni kesalahan peserta pasti saya gugurkan, namun kalau kesalahan tekhnis tentu harus dicari solusinya,” ujarnya.

Setelah diselidiki, ternyata ada kesalahan tekhnis sehingga kami mengusulkan ujian ulang.  Kemudian dilakukan mediasi, lima setuju dan Balon Kades Mansur langsung pulang karena takut ketinggalan tidak ada mobil yang akan pulang ke desanya. “lima Balon Kades setuju, namun hanya empat yang mendatatangani Berita Acara, karena dua langsung pulang,” ujarnya, Rabu (20/10).

Balon Kades Desa Sumber Mulia Mansur, bahwa meskipun Pilkades telah dilaksanakan, namun dirinya masih menyatakan tidak setuju dengan hasil seleksi SIMPAPDES. Kedepan, dalam penyeleksian seleksi ini harus benar-benar fair sehingga tidak ada lagi Balon Kades dirugikan. “Saya tidak mempermasalahkan hasil Pilkades ini, namun saya ingin mencari kebenaran sebab prosesnya ada yang salah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua H Taufik Rahman SH didampingi anggota dan pegawai Inspektorat, mengatakan bahwa Kami adalah Tim Independen Penyelesaian Pelaksanaan Seleksi Bakal Calon Kepala Desa Kabupaten Muara Enim, yang ditugaskan oleh Bupati Muara Enim untuk melakukan investigasi, klarifikasi dan cross chek data di lapangan.

Dan pihaknya adalah benar-benar tim independent, siapapun tidak bisa turut campur apalagi mengatur kinerja Kami. Dan apapun hasilnya akan kami rekomendasikan dan laporkan ke Bupati Muara Enim. “Kami minta semua pihak bisa bekerjasama dan membantu sehingga semua permasalahan bisa diselesaikan sesuai dengan harapan,” pungkasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera