Melapor Dirampok, Mama Muda Malah Ditangkap Polisi

Lindawati pelaku pembuat laporan palsu bersama motor yang dilaporkan hilang saat diamankan di Mapolsek Prabumulih Barat.

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Maksud hati hendak menghindari tagihan kredit motor oleh pihak leasing, seorang mama muda (Mamud) di Kota Prabumulih bernama Lindawati (26), nekat membuat laporan telah menjadi korban perampokan ke SPK Polsek Prabumulih Barat.

Akibat perbuatannya tersebut, warga Jalan Sungai Rotan Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih tersebut terpaksa tidur dibalik jeruji besi tahanan Polsek Prabumulih Barat.

Lindawati ditangkap tim opsnal Polsek Prabumulih Barat, saat berada di rumahnya, Selasa (19/10).

Informasi dihimpun, penangkapan terhadap Lindawati itu bermula ketika mama muda tersebut mendatangi SPK Polsek Prabumulih Barat Senin (18/10). Saat itu Lindawati mengaku baru saja mengalami aksi perampokan.

Menurut Lindawati, aksi perampokan tersebut terjadi di Jalan Simpang penimur Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Senin (18/10). Dalam aksinya, pelaku berjumlah dua orang berhasil membawa motor Honda AV BG 6503 CF kesayangannya yang belum lunas kreditnya.

Mendapat laporan itu, tim opsnal Polsek Prabumulih Barat langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan olah Tempat kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan informasi dilapangan. Saat itu petugas mendapati kejanggalan dari laporan Lindawati.

Saat melakukan olah TKP itu, polisi mendapatkan informasi jika motor korban berada dikawasan Kelurahan Sukajadi. Tak membuang waktu, petugas langsung mendatangi tempat dimaksud dan mengamankan motor milik Lindawati.

Dari situlah terungkap bahwa korban tidak dirampok, namun sengaja membuat laporan palsu. Karena itulah, polisi langsung menangkap Lindawati.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi SIK MH melalui Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Barat, Ipda Darmawan ketika dikonfirmasi membenarkan pihaknya berhasil mengungkap kasus laporan palsu tersebut.

“Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku memberikan keterangan berubah-ubah membuat kita menjadi curiga. Begitu pula ketika dilakukan olah TKP, karena itu kasusnya kita kembangkan hingga akhirnya kita berhasil mendapatkan motor yang dilaporkan hilang,” ungkap Darmawan.

Selanjutnya, pelapor kita mintai keterangan kembali hingga akhirnya dirinya mengakui bahwa laporannya tersebut palsu alias tidak ada aksi perampokan.  “Setelah didesak tersangka mengaku kalau membuat laporan palsu,” ungkapnya.

Masih kata kanit reskrim, pelaku mengaku nekat membuat laporan palsu karena tidak sanggup lagi membayar angsuran motor tersebut. “Pelaku akan dijerat Pasal 242 KUHP tentang tindak pidana Memberikan keterangan palsu diatas sumpah dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun kurungan penjara,” tegasnya. (*)