Menjembatani Semangat Belajar Al-Qur’an Sahabat Tunanetra di Palembang

Pendistribusian mushaf al-qur'an braille digital ke salah satu pengurus di Yayasan Netra Mandiri. (Foto : Istimewa)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Menjaga peradaban Islam menjadi tugas semua ummat muslim, tidak terkecuali Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palembang. Hal ini kemudian diwujudkan melalui pendistribusian Al-Qur’an Braille untuk penyandang tunanetra yang begitu semangat mempelajari kitab suci Allah ini

Lantunan ayat suci Al-Qur’an nyaring terdengar dari sahabat tunanetra yang ada di Yayasan Netra Mandiri. Sembari menunjuk ujung jari ke setiap huruf-huruf  braille yang ada di mushaf Al-Qur’an, mereka Berbeda dari kitab pada umumnya, Al-Qur’an Braille ini memang dibuat khusus dengan huruf braille untuk mempermudah mereka mengetahui bacaan dari setiap lembar Alquran

“Mereka disini belajar mengaji sejak dari pengenalan huruf Arab, Iqro, hingga bacaan di Alquran. Semua dibimbing dengan sabar disini, meski ya memang tentu ada perbedaan dicara bacanya yang harus menggunakan teknik meraba/taktil, kami hanya berharap semoga Allah ridho dengan niat kami,” kata Anton, salah satu pengurus di Yayasan Netra Mandiri.

Yayasan Netra Mandiri yang menaungi puluhan tunanetra di kota Palembang ini, rutin mengadakan pengajian setiap hari. Berdiri sejak 2 tahun silam, yayasan ini berfokus untuk membina para tunanetra dari SLB (Sekolah Luar Biasa), yang sudah tamat sekolah, dan tunanetra yang berkeinginan belajar mengaji.

Berangkat dari semangat itu, ACT Palembang pun mendistribusikan ALquran Braille Digital kepada para penyandang tunanetra, untuk memudahkan kegiatan belajar mengaji mereka.

“Alhamdulillah, semangat berderma sahabat donatur melalui ACT kali ini ditujukan untuk mendukung perjuangan sahabat tunanetra untuk mempelajari kitab Alquran. Alhamdulillah melalui program Wakaf Alquran Braille, terhimpun kurang lebih 20 Alquran braille digital dengan nilai satuannya Rp 1.500.000/per satu Alquran. Semoga jadi amal jariyah kita bersama,” kata Aris, ketua program ACT Palembang. (*)