Kompak Jualan Ganja di Rumah Nenek, Dua Pemuda Diringkus

Satresnarkoba Polrestabes Palembang gelar tangkapan, Senin (25/10). Foto: mizon/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Anggota Satresnarkoba Polrestabes Palembang, berhasil meringkus dua pengedar narkotika jenis ganja, M Raihan Dava (20), warga Jalan Komplek BSD, Kecamatan Sako Palembang, dan Okto Billyansah (25).

Keduanya diamankan  saat berada di rumah nenek tersangka Dava di Jalan Sematang Borang, Perumahan Griya Harapan, Lorong Mangga, Kecamatan Sematang Borang, Selasa (19/10), sekitar pukul 07.30 WIB.

Dari penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa 25 paket ganja siap edar serta 1 timbangan digital yang disembunyikan dalam kamar rumah nenek tersangka Dava.

Kasatnarkoba Polrestabes Palembang, Kompol Mario Ivanry mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari informasi masyarakat tentang adanya lelaki yang diduga mengedarkan narkoba di daerah Sematang Borang.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, akhirnya anggota berhasil mengamankan kedua tersangka berikut barang bukti 25 paket ganja, timbangan digital, dan satu ponsel,” ungkap Kompol Mario Ivanry, Senin (24/10).

Menurut pengakuan tersangka, kata Mario, daun setan tersebut dijual Rp.35 hingga Rp.40 ribu perpaket.

“Mereka ini merupakan jaringan narkotika jenis ganja dalam Kota Palembang, dan masih kita lakukan penyelidikan,” ujarnya.

Kedua pelaku akan dijerat Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara yang sama sesuai dengan ketentuan sebagai mana dimaksud dalam Pasal 114, 111, dan seterusnya.

“Ancaman Pasal 114 ayat (1), paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda Rp.1 miliar sampai Rp10 miliar. Sedangkan Pasal 111 ayat (1), paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara, denda Rp.800 juta sampai Rp.8 miliar,” pungkas Mario.

Sementara, tersangka Okto mengaku bahwa ganja tersebut dibeli dari seorang bandar di kawasan 7 Ulu Palembang.

“Kami beli sebanyak 650 gram, kemudian dipecah lagi jadi beberapa paketan kecil yang kami jual Rp 20 ribu perpaketnya. Habisnya sekitar 10 harian, keuntungannya kami bagi dua pak,” ujarnya. (*)

Editor: Bambang Samudera