Lonsum Apresiasi Polda Sumsel Tindak Tegas Penjarah Kebun Kelapa Sawit di Muba

Agus Effendi, Kuasa Hukum PT PP Lonsum Tbk. Foto: humas PT Lonsum

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gerak cepat Polda Sumsel dan Polres Musi Banyuasin (Muba) dalam penegakan hukum pelaku penjarahan kebun kelapa sawit di Kabupaten Muba, mendapat apresiasi dari manajemen PT PP London Sumatera (Lonsum) Tbk. Apalagi penjarahan itu berdampak menciptakan ketidaknyaman dan keresahan.

“Kami (Lonsum) berterima kasih dan mengapresiasi Subdit 3 Unit 5 Ditreskrimum Polda Sumsel. Melakukan langkah tegas menangkap para pihak yang melakukan tindakan pidana di kebun Lonsum,”tegas Agus Efendi selaku lawyer atau kuasa hukum PT PP Lonsum, dalam press releasenya, Senin (25/10) sore, di Kantor PT PP Lonsum Tbk.

Menurutnya, tindakan tegas terhadap pelaku tindak pidana tentunya memberikan ketenangan dan kenyamanan khususnya PT Lonsum dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan umumnya kepada para investor yang beraktivitas di Provinsi Sumsel.

“Kita (Lonsum) berharap kepada pihak lainnya dan masyarakat untuk tidak percaya dengan isu-isu yang merugikan. Sehingga, melakukan tindak pidana seperti yang terjadi di Divisi 5 Desa Mangsang Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan wilayah usaha lainnya di Provinsi Sumsel,”jelas dia.

BACA JUGA: 22 Pelaku Pencurian Sawit Ditangkap, PT Lonsum Rugi Rp1 Miliar

Selain itu, Lonsum mengharapkan seluruh komponen pembangunan mari bersama-sama menciptakan situasi kondisi yang kondusif. Sehingga, iklim investasi terus menggeliat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Khususnya kepada masyarakat, untuk tidak ikut-ikutan dan percaya dengan informasi yang diberikan. Sehingga, menimbulkan proses hukum yang merugikan diri sendiri dan keluarga lainnya.

“Intinya Lonsum tidak menginginkan adanya tindakan pidana yang terjadi. Mari bersama kita menahan diri dan menempuh jalur yang baik dalam menyelesaikan masalah. Jangan, melibatkan orang atau kelompok lain yang tidak tahu apa-apa. Tanpa didasari dasar hukum dan fakta yang benar,”kata Agus Effendi.

Dia menambahkan diharapkan semua pihak mematuhi aturan hukum yang ada. Karena, sejak awal Lonsum menjalankan aktivitas usaha tentunya diberikan payung hukum sesuai aturan khususnya dari pemerintah daerah (Pemkab) setempat.

“Kedepan diharapkan tidak ada lagi aksi anarkis, penjarahan ataupun tindakan pidana lain terjadi di kebun usaha Lonsum. Semoga masyarakat menjadi cerdas dalam bertindak dan tidak ikut-ikutan melakukan tindak pidana,” pungkasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera