Perampokan Sadis, Korban Disekap, Satu Orang Tewas

Jenazah korban perampokan dievakuasi aparat kepolisian dari rumahnya, di Jalan Kelok, Belimbing Raya RT 08 RW 3 Kelurahan Kuranji, Kota Padang, kemarin (24/10). (Atas) petugas melakukan olah tempat kejadian peristiwa di rumah korban.(INDRA KURNIAWAN/PADEK)

PADANG, PALPOS.ID – Perampokan sadis berujung pembunuhan terjadi di sebuah rumah Jalan Kelok, Belimbing Raya RT 08 RW 3 Kelurahan Kuranji, Kota Padang. Seorang penghuni rumah tewas ditusuk, seorang lainnya patah tulang lantaran mencoba melawan saat disekap di dalam rumah.

Sejumlah barang berharga seperti satu unit mobil, 46 emas, ATM berisi uang Rp 80 juta, empat unit HP, dan uang tunai senilai Rp 5 juta raib dilarikan perampok bertopeng yang diperkirakan dilakukan lebih dari satu orang tersebut. Total kerugian dari peristiwa perampokan sadis ini mencapai ratusan juta rupiah.

Informasinya, korban tewas bernama Yuni Nelti, 58. Sementara korban patah tulang diketahui suaminya Kusdiantara, 60. Tiga orang yang juga ikut disekap di dalam rumah antara lain Ibu Yuni Nelti yakni Ani Asnah, 80, pembantu Yeni, 39, dan penjaga keamanan Robi Fernandes, 22.

Kapolsek Kuranji AKP Sutrisman mengatakan, kejadian perampokan sadis yang membuat geger warga Kota Padang ini terjadi Sabtu malam (23/10) sekitar pukul 21.00. Baru diketahui Minggu pagi (24/10) setelah korban Robi Fernandes berhasil melepaskan diri dari ikatan tali dan menyelamatkan empat penghuni rumah lainnya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Robi Fernandes, lanjutnya, peristiwa perampokan sadis berujung pembunuhan ini berawal saat Robi Fernandes melaksanakan ibadah shalat di dalam kamar belakang, Sabtu malam (23/10) sekitar pukul 21.00.

”Saat penjaga keamanan ini sedang shalat, datang tiga orang laki-laki yang tidak dikenal dengan menggunakan penutup kepala dan langsung menyekap dan mengikat kaki, serta tangannya menggunakan tali,” katanya.

Selanjutnya, para pelaku masuk ke bagian utama rumah dan menghadang penghuni rumah dengan senjata tajam. Satu per satu orang yang berada di rumah diikat dengan tali dan mulut ditutup hingga disekap di dalam rumah.

Barulah Minggu pagi pukul 05.00, Robi Fernandes berhasil melepaskan ikatan tali dan langsung menuju ke rumah utama. Sesampai di rumah utama, Robi Fernandes mendengar suara orang menggedor pintu kamar.

”RF langsung membuka pintu kamar tersebut dan ditemukan korban Yeni dalam keadaan terikat. Kemudian dalam kamar mandi kamar tersebut juga ditemukan korban Asni Asna dalam keadaan terkunci,” terangnya.

Setelah itu, Robi Fernandes juga mendengar suara orang menggedor-gedor pintu kamar mandi depan. Saat dicoba membuka pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci, Robi Fernandes lalu melakukan upaya paksa untuk membuka pintu tersebut.

”Saat pintu berhasil dibuka, Robi Fernandes menemukan Kusbiantara dalam keadaan tergeletak. Selanjutnya, Robi dibantu Yeni mengangkat korban dan meletakkannya ke atas sofa untuk selanjutnya menuju kamar tidur korban Yuni Nelti,” ungkapnya

Namun pintu dalam keadaan terkunci, sehingga Yeni mengambil kunci cadangan yang ada disimpannya lalu membuka pintu kamar dan ditemukan korban Yuni Nelti sudah dalam keadaan tewas dengan tangan terikat ke belakang dan mulut ditutup kain.

”Selanjutnya Robi memutus tali yang mengikat tangan korban dengan menggunakan gunting. Lalu, menuju masjid dan meminta tolong pada jamaah yang sedang Shalat Subuh. Pukul 05.30 warga menghubungi pihak Polsek Kuranji,” ucapnya.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Kuranji langsung mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi tempat kejadian perkara, serta membawa korban yang tewas beserta korban yang mengalami patah tangan ke rumah sakit.

”Selain barang-barang berharga, pelaku juga membawa kabur receiver CCTV untuk menghilangkan jejak dan barang bukti,” kata Sutrisman.

Berdasarkan pantauan pantauan Padang Ekspres di lokasi, diketahui bahwa rumah korban berada tepat di pinggir jalan yang jarang dilalui kendaraan pada malam hari, meskipun sekitaran lokasi itu banyak rumah warga.

Beberapa warga yang ditemui tak jauh dari lokasi rumah korban mengaku, umumnya mereka tida mengetahui kejadian keji itu. ”Malam itu tidak terdengar apa-apa,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Dirinya baru mengetahui kejadian itu, pagi harinya.

Rusli, ketua RT 08 mengaku, pelaku perampokan dan pembunuhan bekerja sangat rapi hingga tidak diketahui warga. ”Malam itu saya di rumah, tidak terdengar apa-apa. Bahkan keesokan paginya saat saya tanya pada warga yang bermukim di belakang TKP juga mengaku tidak tahu. Padahal, warga itu masih bangun dan nongkrong di depan rumahnya sampai pukul 01.00 dini hari,” ucapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda kepada Padang Ekspres, tadi malam (24/10) menyampaikan, kasus perampokan sadis berujung pembunuhan ini diambilalih dan ditangani Polresta Padang.

”Hingga malam ini (Minggu, red), kami masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. Kami akan berusaha keras untuk mengungkap kasus yang sangat meresahkan masyarakat ini,” ujar Rico. (idr/padeks)