Walikota Pagaralam Air Rifle Metsil Ajang Sosialisasi Penggunaan Senapan Angin

Wako Pagaralam juga mengikuti kejuaraan menembak, Minggu (24/10). Foto: humas pemkot pagaralam

PAGARALAM, PALPOS.ID – Puluhan peserta Walikota Pagaralam Cup Air Rifle Metsil Open Competition antusias mengikuti pertandingan  di Lapangan Landing Tangga 2001.

Ketua Panitia Walikota Cup Air Rifle Metsil Open Competition yang juga Ketua Komisi Air Refle Perbakin Provinsi Sumsel, Frans menuturkan bahwa sebelum memasuki perlombaan sesungguhnya, para peserta mengikuti Pra Event Training (PET) atau latihan resmi para atlet dan Ecouitment Control, setelah mereka memastikan senapannya siap tanding, maka dicek kondisi senapannya, apakah sudah sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

‘’Kalau sudah sesuai senapannya, maka akan kita pasang segel, sehingga senapan yang nanti digunakan, tidak boleh diutak-atik dan diganggu lagi. Saat ini, kita bebaskan dahulu bagi para atlet, untuk melakukan latihan menembak, bila sudah yakin baru kemudian melaporkan lagi ke panitia kontrol,” ujarnya, Minggu (24/10).

Untuk kelas latihan di Indonesia Open, dijelaskan Frans, terdapat 42 orang peserta dan ada pula tambahan latihan dari penembak lokal Pagaralam metsil, untuk mereka bertanding, Minggu (24/10).

“Peserta dari iven Indonesia Open ini, hampir seluruh diikuti peserta dari seluruh wilayah Indonesia, karena hampir semua Pulau ada, yang terjauh dari Makasar Sulawesi Selatan, Malang Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Pulau Sumatera Lampung, Riau dan Jambi, terutama dari Provinsi Sumsel sendiri sebagai tuan rumah,” jelasnya.

Ditambahkan Frans, dirinya berharap adanya iven Indonesia Open, senapan angin yang sesuai peruntukannya untuk olahraga prestasi, bahkan dari Kepolisian juga di tahun 2020, sudah keluar pula Peraturan Polisi (Perpol) larangan berburu menggunakan senapan angin.

“Selain ditujukan untuk menjaga ekosistem, juga untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan atau hal yang berbahaya. Dari iven inilah sebagai bentuk sosialisasi kita kepada masyarakat, yang masih hobi berburu menggunakan senapan angin, kita alihkan penggunaan senapan angin yang sebenarnya untuk berlomba meraih prestasi,” jelasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera