Ancam Korban Dengan Senpira, Begal di OKI Divonis 5 Tahun Penjara

Suasana persidangan terdakwa Triyanto yang diketuai majelis hakim, Tira Tirtona SH MHum di PN Kayuagung, Kabupaten OKI, Rabu (27/10). (Foto : Diansyah/Palpos.id)

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Triyanto (25), pelaku begal yang beraksi dengan mengancam korbannya yakni M Nurdin dengan senjata api rakitan (senpira) divonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayuagung, Rabu (27/10).

Sidang terhadap warga Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang digelar secara virtual ini diketuai oleh Majelis Hakim, Tira Tirtona SH MHum.

Putusan yang disampaikan oleh ketua majelis hakim terhadap terdakwa sama dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI, Desi Yumenti SH yakni 5 tahun penjara.

Dalam tuntutannya, terdakwa terbukti secara dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian  disertai dengan ancaman kekerasan dalam keadaan memberatkan dan melanggar Pasal 362 ayat (2) ke 1 ke 2 KUHP.

Kejadian bermula pada, Selasa (11/08/2020) sekitar pukul 10.30 WIB lalu di Jalan Poros Kebun Kelapa Sawit Desa Tania Makmur SP. 5A, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI.

Dimana saat itu, korban mengendarai satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 hendak menuju ke Desa Lubuk Seberuk. Kemudian saat dia melintas di TKP, tiba-tiba terdakwa bersama dengan saksi Nangri (telah inchract) keluar dari balik batang pohon sawit dan menghadang.

Lalu, saksi Nangri mengarahkan satu pucuk senpira jenis pistol ke arah M Nurdin sehingga korban menghentikan kendaraannya. Kemudian, saksi Nangri mendekati korban sambil berkata ” turun, turun dari motor”.

Selanjutnya, terdakwa Triyanto langsung mengambil sepeda motor korban beserta obrok. Dimana di dalamnya terdapat dua buah derigen berisi uang tunai sejumlah Rp 5 juta. Sedangkan, saksi Nangri mengambil satu unit handphone merk stroberry warna hitam dari dalam saku celana M Nurdin.

Setelah berhasil melakukan aksinya, terdakwa dan rekanya Nangri langsung pergi meninggalkan M Nurdin. Akibatnya, korban mengalami kerugian materil dengan jumlah kurang lebih Rp 10 juta. (*)