Datangi OPD, BPKAD dan Kejari OKUT Inventarisir Aset Pemkab

BPKAD OKU Timur bersama Kejari OKUT lakukan inventarisasi aset Pamkab OKUT di setiap OPD, Rabu (27/10/2021). (Foto : Ardi/palpos.id)

MARTAPURA, PALPOS.ID – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKU Timur bersama Kejaksaan Negeri OKU Timur melakukan inventarisasi aset daerah langsung ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ini dilakukan untuk menertibkan aset kendaraan bermotor yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur, Rabu (27/10/2021).

Kepala BPKAD OKU Timur, Agustian Pahrimale, SH, MH mengatakan, penertiban aset kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat yang ada di tiap OPD ini bukan berarti tidak tertib. Artinya tertib administrasinya yakni surat menyuratnya serta tertib pengunaannya sesuai dengan data yang ada.

“Kalau misalnya kendaraan digunakan kepala seksi A, ya di gunakan oleh kasi A sesuai dengan fungsinya. Kan setiap kendaraan itu sudah terdaftar di pengguna. Selain itu, kita juga mengecek apakah aset dalam kondisi baik,” katanya.

Lanjut kata Agus, pihaknya juga mendata apakah kendaraan itu sudah rusak berat atau tidak. Hasilnya nanti akan dilaporkan untuk dilelang atau pertimbangan lainnya. Karena jangan sampai membebani neraca. Pendataan ini dijadwalkan selama lima hari.

“Semua akan ditertibkan, baik dari administrasinya, maupun kondisi fisiknya. Serta pengunaannya apakah sesuai dengan data yang ada,” ucapnya menambahkan.

Setelah pendataan ini, lanjut kata dia, pihaknya akan melaporkan kepada pimpinan yang dalam hal ini Bupati OKU Timur atau Sekda. Terlepas nanti apakah ada sanksi bagi penguna aset yang tidak merawat itu semua kebijakan dari pimpinan.

“Terkait sanksi bagi pengguna yang tidak merawat aset itu kebijakan dari pimpinan. Karena kami akan melaporkan ke pimpinan,” jelasnya.

Saat ditanya tekait kendaraan yang mati pajak, pihaknya langsung menghimbau dan melakukan sosialisasi untuk agar segera melakukan pembayaran pajak.

“Pendataan ini agar aset daerah dapat terinventarisir baik fisik maupun surat menyuratnya,” ucapnya.

Sementara, Kajari OKU Timur Dr Akmal Kodrat SH MHum melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari OKU Timur M. Arifin, SH, MH mengatakan, dirinya mengharapkan aset kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang terdata di SIMDA aset dapat kejelasannya. Baik fisik maupun dokumennya, sehingga segera ditindaklanjuti sesuai aturannya.

Kalau hilang, lanjut kata dia, dapat diselesaikan melalui mekanisme TP-TGR. Kalau rusak berat, bisa diusulkan untuk dihapuskan dengan cara dilelang.

“Intermesonya, jika ada yang belum bayar pajak kendaraan, dihimbau untuk bayar pajak kendaraan. Biar aset tuntas, tertata rapi, antara fisik dan data sinkron. Sehingga tidak menjadi tunggakan atau permasalahan menahun,” pungkas Arifin. (*)