Dua Jembatan Gantung di OKU Selesai Diperbaiki

Aparat TNI dibantu warga saat memperbaiki jembatan gantung yang rusak di Kecamatan Muara Jaya. (Foto : Eko/Palpos.id)

BATURAJA, PALPOS.ID – Dua unit jembatan gantung di Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU yang putus akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu, kini sudah selesai diperbaiki  sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

“Jembatan itu terletak di Desa Lontar dan Desa Lubuk Tupak,” kata Camat Muara Jaya, Dini Justini, Rabu (27/10).

Dia menjelaskan, setelah ambruk akibat diterjang banjir bandang yang terjadi pada Minggu  (17/10) lalu, perbaikan jembatan gantung tersebut telah rampung diperbaiki selama lima hari oleh TNI Yonzipur dibantu masyarakat sekitar.

Percepatan perbaikan jembatan ini dilakukan mengingat jembatan gantung merupakan satu-satunya akses terdekat masyarakat menuju desa tetangga dan ke kebun warga yang berada di seberang sungai.

Selama proses perbaikan, kata dia, akses masyarakat terpaksa dialihkan menggunakan jembatan beton di Desa Karang Lantang, Kecamatan Pengandonan dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari normal.

“Saat ini warga tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk ke desa tetangga karena perbaikan telah rampung dimana lantai jembatan kini sudah berganti dengan wajah baru yang lebih kuat dan kokoh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Amzar Kristopa secara terpisah menambahkan, jembatan yang selesai diperbaiki di Kecamatan Muara Jaya ini merupakan dua dari empat unit jembatan gantung yang rusak berat akibat diterjang banjir bandang pada pekan lalu.

“Dua unit jembatan lainnya yaitu berada di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Pengandonan dan Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji yang saat ini masih dalam proses perbaikan,” kata dia.

Menurut dia, akibat banjir bandang kondisi jembatan gantung ini sebelumnya sangat memprihatinkan karena tiang penyangga dan lantai jembatan hanyut terbawa arus Sungai Ogan.

Selain empat unit jembatan gantung, lanjut dia, banjir bandang akibat intensitas curah hujan tinggi dan luapan Sungai Ogan tersebut juga merendam ratusan rumah penduduk di wilayah setempat serta merusak sejumlah fasilitas umum seperti balai desa, masjid dan sekolah terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut. Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi banjir susulan agar tidak tidak menimbulkan korban jiwa,” tegasnya. (*)