Insentif Guru Honor Kembali Dianggarkan, Dewan Minta Guru Honor Swasta Juga Digandeng

Mgs H Syaiful Padli, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel. foto: popa/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022, sudah mulai dibahas. Dalam anggaran tersebut juga terdapat alokasi anggaran untuk guru honorer baik SMA maupun SMK sederajat di Sumsel.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, H Syiaful Fadli ST yang ditemui disela sela pembahasan APBD 2022, Rabu (27/10) mengatakan, sejak awal draf anggaran masuk ke dewan, yang pertama.kalo dia tanyakan adalah alokasi anggaran untuk guru honorer di Sumsel.

“Alhamdulillah anggaran untuk guru honor masuk dalam APBD tahun 2022, akan tetapi besarannya belum diketahui,” ujar Syaiful.

Menurut Syaiful, untuk jumlahnya diharapkan lebih besar dari tahun sebelumnya. “Untuk besarannya kita harap ada peningkatan, tetapi kita lihat dulu kas daerah,” katanya.

Agar tidak repot untuk terus dipantau apakah anggarannya masuk atau tidak, politisi PKS ini berharap kedepan anggaran untuk guru honor ini bisa dianggarkan secara rutin, tanpa harus ada usulan setiap tahunnya.”Sekarang kita sedang mencari pergubnya. Untuk drafnya sudah ada,” ujarnya.

Syaiful juga berharap, honor ini tidak hanya diberikan kepada tenaga honor di sekolah negeri saja. Tetapi kedepan tenaga honor yang ada disekolah sekolah swasta juga dirangkul, terutama untuk sekolah yang anggarannya minim, dan membutuhkan bantuan. Karena pada dasarnya mereka juga punya niat yang sama, yakni mencerdaskan anak bangsa.

Disinggung soal anggaran yang mengalami pengurangan, Syaiful meminta agar anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan tidak dipangkas. “Kalaupun anti anggaran devisit, kami minta anggaran untuk kesehatan dan pendidikan tetap dianggarkan, Kalau ada yang dikurangi maka sebaiknya yang dikurang adalah bagian yang lain,” katanya.

Disinggung soal besaran honor yang diberikan, Syaiful mengatakan, anggaran yang akan diberikan masih sama dengan tahun sebelnya yakni Rp 300 ribu perbulan untuk tenaga ADM, Rp 400 ribu untuk guru dan Rp 500 ribu untuk operator sekolah. (*)