Oknum Babinsa Diduga Bantu Ipar Rusak Sumur Warga

Sumur warga yang ditutup oleh oknum babinsa beserta iparnya, Minggu (14/11). Foto: istimewa

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID – Diduga oknum TNI berinisial Praka EN, Babinsa Koramil Ulu Musi Kabupaten Empat Lawang, ikut membantu iparnya menutupi sumur warga.

Diketahui, lokasi penutupan sumur itu di Desa Padang Titiran Kecamatan Talang Padang Kabupaten Empat Lawang. Penutupan sumur itu dilandasi dengan permasalahan batas tanah antara Aliya dengan Majid, yang tak lain saudara ipar Praka EN.

Aliya sangat menyayangkan seorang TNI yang seharusnya menjaga kedaulatan negara itu, mencegah terjadinya pengrusakan. Namun, tanpa kasihan memasukan pecahan semen ke dalam sumur yang digunakan untuk kebutuhan sehari hari ,yang masih masuk di lokasi tanah miliknya. Peristiwa ini juga disaksikan oleh warga desa setempat.

“Yang menghancurkan sumur itu Majid, sedangkan oknum Praka EN itu membantu memasukan pecahan semen bersama Majid ke dalam sumur,” kata Aliya, Minggu (14/11).

Dijelaskan Aliya, kejadian berawal ketika Majid merebut batas tanah rumahnya yang sebelumnya sudah dibatasi dengan menggunakan Semen. Namun Majid bersikeras tidak terima dengan alasan tanah miliknya lebih dari batas yang dimaksud.

Sedangkan, jelas Aliya, dirinya mempunyai surat surat tanah yang mana didalam surat itu berukuran satu bidang tanah. Sementara Majid tidak mempunyai sama sekali kepemilikan surat surat tanah.

“Kan kalau orang dulu mengukur tanah itu bukan pakai meteran, tapi sebidang tanah. Sedangkan sumur itu masuk ditanah kami, bapak saya yang buat sumur itu. Namun Majid bilang itu sumur mereka. Padahal sumur itu sudah puluhan tahun dan tidak ada masalah. Dan juga orang orang disini tahu bahwa itu sumur kami,” jelasnya.

Mungkin kata Aliya, karena adanya keluarganya seorang TNI, yang bersangkutan berani menghakimi kami yang tidak mempunyai apa apa.

“Saya mohon kepada petinggi TNI untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Sangat disayangkan seorang yang bertugas menjaga kedaulatan negara, bisa memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat,” pintanya.

Praka EN saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp (WA) menjelaskan, akan mengecek sumur tersebut. “Saya lagi kerja dilapangan. Soal sumur nanti saya cek dulu ke lapangan setelah pulang kerja, apa hasil mediasi antara Aliya dan Majid,” katanya, Minggu (14/11).

Dan Praka EN juga membantah, kalau dirinya terlibat dalam perusakan sumur tersebut dengan berdalih membantu untuk mediasi.

“Saya sekedar membantu mediasi, kalau untuk memperbaiki itu kewajiban pelaku. Kemaren pengakuan dari saudara pelaku bersedia untuk memperbaiki. Untuk tindak lanjut, nanti saya coba bantu hubungi lagi saudara pelaku,” ungkapnya.

Padahal menurut warga setempat, Praka EN juga ikut perusakan sumur itu. Dan sudah diberikan waktu, serta telah berjanji akan memperbaiki sumur yang dirusak. Namun sampai saat ini sumur milik Aliya belum juga diperbaiki.

Sementara Pj Kades Padang Titiran Rupian mengatakan belum menghubungi kedua belah pihak. ‘’Belum, hubungi be Win, langsung agek dio jelaskan,” katanya. (*)

Editor: Bambang Samudera