Kapolsek Tebing Tinggi Terima Empat Pucuk Senpira Serahan Warga

Kapolsek Tebing Tinggi jumpa Pers penyerahan senpi oleh Kades Sawah Kecamatan Saling di Mapolsek Tebing Tinggi, Kamis (18/11). Foto: padri/palpos.id

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID – Warga Desa Sawah Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang menyerahkan empat pucuk senjata api rakitan (senpira) laras panjang jenis kecepek ke Mapolsek Tebing Tinggi.

Penyerahan senpira itu guna mendukung operasi senpi musi yang dilaksanakan oleh pihak kepolisian untuk menghindari penyalahgunaan senjata api rakitan ilegal.

Penyerahan senpira itu langsung diserahkan warga kepada Kepala Desa, dan langsung diserahkan ke Polsek Tebing Tinggi, didampingi Camat Saling.

Penjabat Kades Sawah Evi Sari mengatakan, penyerahan ini guna mendukung operasi senpi musi 2021 untuk memberantas penyalahgunaan senjata api ilegal.

“Saya mewakili masyarakat Desa Sawah menyerahkan empat pucuk senjata api rakitan milik warga guna memberantas penyalahgunaan senpi ilegal,” ucap Evi.

Sementara Kapolres Empat Lawang AKBP Patria Yuda Rahadian SIK MIK, melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP M Aidil SH MH, didampingi Kanit Reskrim Ipda Ulta Deanto saat press rilis mengatakan, bahwa senjata api rakitan laras panjang yang diterima adalah dari masyarakat Desa Sawah Kecamatan Saling, yang penyerahannya dilakukan melalui Kepala Desa setempat.

“Alhamdulilah penyerahan senpi rakitan kali ini berkat kesadaran masyarakat kecamatan Saling yang semakin sadar akan bahaya menyimpan atau menguasai senpira dan semakin mengerti akan hukum,” kata Kapolsek, Kamis (18/11).

Dengan demikian, dirinya mengimbau kepada masyarakat yang memiliki senpi ilegal agar segera menyerahkan senjata api ilegal ke Mapolsek terdekat. Karena lanjutnya, jika kepemilikan senjata api rakitan ilegal tertangkap oleh pihak kepolisian makan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menyerahkan senjata api rakitan ilegal kepihak polisi, karena apabila polisi yang menangkap maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku dengan ancaman hukuman mati, hukuman seumur hidup atau hukuman 20 tahun penjara,” tukasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera