Khitan Anak Kurang Mampu, Santuni Anak Yatim

Ketua Yayasan Leanpuri Center, Ratu Teny Leriva, ketika melihat salah seorang peserta khitanan massa, Senin (22/11). Foto: isro/palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Yayasan Leanpuri Center dan Foundation, bekerjasama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Ogan Ilir, memberikan santunan kepada 60 orang anak yatim, dan gelar khitanan massal kepada 50 anak-anak kurang mampu.

Kegiatan itu juga didukung Pemkab Ogan Ilir dan Bank SumselBabel.

Dikatakan Ketua Yayasan Leanpuri Center dan Foundation, Ratu Teny Leriva, program ini bentuknya menyeluruh dan berkelanjutan. Diakui anak bungsu Gubernur Herman Deru itu, bahwa jangkauannya seluruh kabupaten kota di Sumsel.

Sejauh ini pasca wafatnya Pearcha Lianpuri, Kamis (19/08), yayasannya telah melakukan kegiatan serupa di tiga tempat berbeda, yakni di Kota Palembang, Kabupaten OKU dan Ogan Ilir.

“Pada kegiatan ini kita membawa para relawan dan nakes langsung dari RSUD Siti Fatimah Palembang untuk khitanannya,” ucap perempuan yang akrab dipanggil Iva ini.

Dia menambahkan, selama 2 tahun belakangan aktifitas masyarakat sangat terhambat dengan adanya pandemi corona. Setelah belakangan virus corona melandai, pihaknya baru kembali melanjutkan program tersebut.

Sekda Ogan Ilir Muhsin Abdullah sangat berterimakasih dan menyambut baik program tersebut. Dirinyapun mengatakan, program itu sesuai dan senada dengan program Pemkab OI dalam rangka bersama-sama menuntaskan kemiskinan.

‘’Kita mendukung program penuntasan kemiskinan dalam berbagai hal yang sifatnya menaikkan status kehidupan masyarakat yang kurang mampu. Masyarakat kita sangat terbantu dan tersantuni. Semoga saja program ini berjalan dan berlanjut. Bukan ini saja, silahkan kepada pihak lain yang ingin berbuat untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten OI. Ayo kita main keroyokan untuk menuntaskan kemiskinan di OI,” jelasnya.

Ketua BKPRMI OI, Islahudin Nasron mengaku, ke-50 anak dari keluarga kurang mampu yang dikhitan dan anak-anak yatim disantuni merupakan anak-anak dari seluruh desa di 16 kecamatan di Ogan Ilir. Itu berdasarkan data TPA dan Madrasah dari desanya masing-masing. “Setiap anak yatim mendapatkan santunan berupa uang Rp100 ribu,” ucapnya.

Salah satu orang tua peserta Aindra (40), warga Desa Tanjung Batu Seberang, Kecamatan Tanjung Batu, yang mengikuti sunatan massal mengaku senang dan bersyukur dapat ikut dalam program tersebut. “Alhamdulillah bisa ikut, kami sangat berterimakasih mendapatkan program ini, gratis pula,” jelasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera