Muslim Tazai Resmi Dilantik Jadi Ketua Paradmi OKU

Sekda OKU, H Achmad Tarmizi saat menghadiri pelantikan pengurus DPD PERADMI OKU Raya. (Foto : Eko/Palpos.id)

BATURAJA, PALPOS.ID – Pengacara kondang OKU, Muslim Tajai, akhirnya secara resmi dilantik menjadi Ketua DPD Perkumpulan Advokat Muslim Indonesia (PERADMI) OKU Raya periode 2021-2026.

Pelantikan itu sendiri dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum PERADMI Pusat, Prof Dr H Asep Suhendar di Ruang Bina Praja Pemkab OKU, Senin (22/11).

Turut hadir pada pelantikan itu, Sekda OKU, H Achmad Tarmizi yang juga dipercaya sebagai pembina dan penasehat DPD PERADMI OKU Raya.

Dibincangi usai pelantikan, Muslim Tazai mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah beserta jajaran yang telah memfasilitasi sehingga terlaksananya pelantikan PERADMI OKU Raya ini.

Selain itu dia juga mengucapkan terima kasih kepada dewan pimpinan pusat yang telah memberikan kepercayaan kepada pengurus PERADMI OKU Raya yang baru dilantik untuk mengemban amanah sebagai salah satu organisasi yang memberikan profesi kepada publik berkaitan dengan masalah hukum.

Sementara itu, Sekda OKU, H Achmad Tarmizi berharap kepada pengurus PERADMI OKU Raya yang baru dilantik agar dapat merealisasikan program-program kerja yang selaras dengan program kerja DPP PERADMI Pusat, sehingga dapat bersinergi dan membangun advokat yang ada di Kabupaten OKU khususnya advokat muslim yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

Selaku pembina dan penasehat PERADMI OKU Raya, Sekda berkomitmen¬† untuk membesarkan PERADMI ini kedepannya. “Saya juga meminta kepada pengurus yang sudah dilantik ini supaya berupaya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan dapat berkerjasama dengan aparat penegak hukum,¬† baik itu dari Pengadilan Negeri,¬† Pengadilan Agama, Kejaksaan Negeri, serta pihak kepolisian untuk bersama-sama menegakkan hukum di Indonesia,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum PERADMI Pusat, Prof Dr H Asep Suhendar secara virtual mengingatkan bahwa seorang advokat harus dapat menjunjung tinggi kode etik profesi, membimbing dan melindungi agar dapat menemukan kebenaran dan keadilan yang memuaskan semua pihak, sesuai dengan nilai-nilai hukum, moral dan agama. “Junjung tinggi kode etik profesi kita dengan berlandaskan moral dan agama,” tandasnya. (*)