Sukses, Grab Final Yamaha Top Model 2021

Penampilan Yamaha Top Model 2021 pada ajang Grand Final, Sabtu (20/11). Foto humas Yamaha

PALEMBANG, PALPOS.ID – Grand final pemilihan Yamaha Top Model 2021 oleh Yamaha Indonesia.

Yakni melalui PT Thamrin Brothers, selaku main dealer sepeda motor Yamaha wilayah Sumsel – Bengkulu. Kegiatan tersebut digelar Sabtu (20/11) malam, berjalan lancar, di Autrium Bencoolen Mal Bengkulu.

Staf Promosi PT Thamrin Brothers Muhammad Shona menyampaikan, event Yamaha Top Model yang digelar, bertujuan memajukan dunia modeling dengan unsur kebudayaan lokal di Bengkulu. Yamaha Top Model ini diikuti oleh sebanyak 30 peserta.

Dari 30 peserta tersebut, disaring sebanyak 15 finalis yang tampil di malam grand final ini.

“Kita ambil menjadi top 15 finalis. Dari 15 ini kemudian kita ambil lagi menjadi top 8 Finalis. Yang selanjutnya kita pilih top 5 Finalis Yamaha Top Model 2021. Dan dari 5 ini kita ambil pemenang best fotogenik, best catwalk, runner up 2, runner up 1 dan winner Yamaha Top Model 2021,” paparnya kepada wartawan, Selasa (23/11).

Adapun nama-nama pemenang Yamaha Top Model 2021 tersebut, winner Afifah Manca Nabila, runner up 1 Olivia Fatma, runner up 2 Ruth Meliana. Kemudian, best photogenic Vinka Lestari, dan best catwalk Anisha Putri.

Lanjutnya, sebanyak ke 15 finalis yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama masa pemilihan Yamaha Top Model ini. Selanjutnya akan dikontrak oleh Yamaha untuk mengikuti event-event lain yang akan digelar ke depannya.

“15 finalis ini akan kita kontrak selama satu tahun. Misalkan kita ada event yang cocok dengan salah satu finalis, tentu akan kita libatkan dalam kegiatan tersebut. Artinya 15 finalis ini kita kontrak, dan akan kita sesuaikan dengan event-event Yamaha ke depannya,” tambahnya.

Dirinya berharap dengan pemilihan Yamaha Top Model 2021 ini, dapat menyalurkan minat generasi muda Provinsi Bengkulu dalam dunia modeling. Ini dapat menjadi wadah bagi pencinta modeling serta pegent untuk dapat lebih menunjukkan kepercayaan diri tanpa mengenyampingkan budaya yang dimiliki. (*)

Editor: Bambang Samudera