Dicabuli, Dikeroyok, Bocah Dipaksa Foto Selfie

Bocah panti asuhan di Malang disiksa dan diperkosa. Foto: istimewa/fajar.co.id

MALANG, PALPOS.ID – Begitu malang nasib perempuan sebut saja namanya Dewi (13).

Sebab, penghuni salah satu Panti Asuhan di Kecamatan Belimbing Kabupaten Malang Raya ini, diduga dicabuli delapan remaja, Kamis (18/11).

Selain dicabuli, Dewi juga sempat dikeroyok para pelaku. Bahkan, enam dari delapan pelaku ternyata dikenali oleh Dewi. Salah satu pelaku itu berinisial SL.

Sebab, para pelaku itu teman Dewi di lingkungan Panti Asuhan. Usia para pelaku sendiri antara 16-17 tahun.

Diketahui, mereka menyeret Dewi ke tanah lapang yang agak jauh dari permukiman warga.

Namun saat itu sedang sepi. ”Kemudian setelah itu terjadi apa yang seperti di video yang beredar itu,” imbuhnya.

Setelah melakukan penyiksaan, para pelaku masih tega-teganya mengajak foto korban.

Padahal wajah korban masih berdarah-darah. Terlihat dari tubuh anak seorang asisten rumah tangga dan bapak terkena gangguan jiwa itu mengalami luka memar di dahi, dan perut. Bahkan ada luka sundutan rokok.

Setelah puas mengeroyok, para penyiksa memulangkan Dewi ke panti asuhan.

“Kejadian ini malah yang tahu duluan ibu korban yang ada di Sidoarjo, Sabtu (20/11) itu langsung dilaporkan ke Polresta, sekaligus visum,” jelas advokat dari LBH Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Malang Raya itu.

Beberapa hari pun berlalu, korban pun akhirnya datang di Polresta Malang Kota untuk menjalani pemeriksaan.

Korban yang mengalami trauma akut harus didampingi ayah sambung dan ibunya ke ruang pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, seorang bocah perempuan panti asuhan di Malang viral karena disiksa dan dicabuli.

Video yang tersebar di media sosial menunjukkan seorang anak sedang dipukul dan dilecehkan oleh beberapa orang.

Anak yang telah mengalami tindakan kekerasan tersebut telah melaporkan kejadian ke Polresta Malang Kota.

Merda Al Romdhoni SH MH dan Leo A Permana SH Mhum yang berasal dari LBH Ikadin Malang Raya menjadi kuasa hukum korban.

Menurut Merda Al Romdhoni korban mengalami dua kejadian.

Korban juga mengalami pencabulan yang dilakukan oleh seorang pria. (dhe/pojoksatu/jpr)