Dukung Digitalisasi Ekonomi, HD : Maksimalkan Program Booster Sinyal di Sumsel

Gubernur Sumsel. H.Herman Deru saat mendengarkan arahan Presiden RI, Ir. Joko Widodo secara virtual di Hotel Arista Palembang. Rabu (24/11). (Foto : Istimewa)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia Nasional Tahun 2021 dengan tema “Bangkit & Optimis : Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi” sekaligus mendengarkan arahan Presiden RI, Ir. Joko Widodo secara virtual di Hotel Arista Palembang. Rabu (24/11).

Pada sambutannya Jokowi mengatakan bahwa masyarakat patut bersyukur karena perkembangan Covid-19 semakin bisa ditekan serta turunnya jumlah penyerbaran dan kasus positif di Indonesia.

Terkait dengan digitalisasi ekonomi, ia mengatakan hal tersebut merupakan agenda penting yang harus segera dilaksanakan, mengingat Indonesia memiliki 2.229 Start Up yang jika dikelola dengan baik tentunya akan memberi dampak ekonomi yang baik bagi Indonesia.

“Saya berharap dengan adanya digitalisasi ini kita tidak melupakan para pelaku UMKM. Kita harus memudahkan mereka karena sektor UMKM merupakan unsur penting yang terbukti mampu bertahan ditengah kondisi Pandemi”, kata Jokowi.

Sementara itu HD setelah mengikuti secara virtual kegiatan tersebut menyampaikan sambutannya bahwa dalam setiap regulasi yang berkenaan dengan orang banyak khusus pelaku ekonomi ini tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi pula, maka dari itu ia berharap agar kebijakan yang diambil harus sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.

“Kita harus kerja keroyokan, kita harus kerja sama dengan frekuensi yang sama. Dari mulai pekerjaan non fisik seperti pemerataan sinyal di Sumsel, tidak mungkin kita untuk dapat mempercepat digitalisasi ekonomi jika unsur diluar teknis belum kita perbaiki”, ungkap HD.

Terkait hal tersebut, ia berharap agar program booster signal yang dimiliki untuk dapat dimaksimalkan dan ditempatkan didaerah yang blankspot serta tempat – tempat yang memiliki banyak potensi untuk transaksi digital. (*)