Market Property di Sumsel Masih Potensial

Wakil Gubernur Sumsel, Sekda Palembang, Kapolda Sumsel CEO Prime Expo Income meninjau stand pameran property di Palembang Icon, Rabu (24/11). Foto Koer/Palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Market properti di Sumsel masih potensial. Khususnya dikalangan milenial yang sangat tebal.

Untuk itu, digelar Prime Property Income Expo di Palembang Icon, 23-28 November mendatang.

Hadir dengan konsep pameran properti dengan tema kota Paris In The Mal.

Pengunjung akan dibawa menikmati suasana Eropa.

Dengan beberapa kegiatan hiburan lainnya, sehingga pengunjung mal ataupun calon pembeli bisa menikmati suasana layaknya di negeri Eropa.

Wagub Sumsel H Mawardi Yahya, didampingi Sekda Kota Palembang Ratu Dewa, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Toni Harmanto MH, hadir saat pembukaan pameran tersebut.

CEO Prime Expo Income, Endang Wasiati Wierono mengatakan, pada pagelaran kali ini hadir dengan Anti Mainstream yang digelar dengan menggabungkan beberapa event secara bersama.

Yang ditawarkan yaitu bagaimana pengunjung mempunyai pengalaman yang berbeda ketika berada di center area event.

“Potensi market properti di Sumsel khususnya milenial sangat tebal. Untuk itu, digelar Prime Property Income Expo di Palembang Icon 23-28 November mendatang,” jelasnya, Rabu (24/11).

Dia menambahkan, kaum generasi muda saat ini memiliki pendapatan yang besar dengan rebahan. Mereka berusaha seperti usaha online, konten creatoer dan lainnya.

“Mereka tentu ingin investasi dan properti pilihan nya. Dimana dengan harga kisaran Rp 600 juta, kaum Millenial akan mendapatkan hunian rumah idaman yang menjadi target utamanya,” katanya.

Kedepan, bisnis properti akan terus tumbuh. Sementara itu Hendra Setyadi Putra, Direktur Utama PT. Akselerasi Digital Indonesia(ADI) yang juga merupakan Ralali Partner Palembang mengatakan perubahan gaya hidup masyarakat saat ini karena pandemi juga mengubah pola kebiasaan masyarakat dari semula belanja offline menjadi belanja online.

Sementara itu Wagub Sumsel H Mawardi Yahya menambahkan, salah satu upaya mendorong agar ekonomi bangkit di tengah pandemi namun juga upaya menekan penyebaran COVID-19 tetap berjalan yakni dengan model digitalisi marketing.

“Jadi pemasaran properti tetap berjalan meski pandemi namun tidak besentuhan langsung dengan konsumen namun jangkauannya justru jauh lebih luas lagi,”ujarnya. (*)

Editor: Bambang Samudera