Pencurian Ambal di Toko Terekam CCTV 

Tersangka Rio diamankan di Polrestabes Palembang, Rabu (24/11). Foto: humas polrestabes palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Karena Terekam CCTV, Unit Pidum bersama Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang, mengamankan satu dari dua pelaku pembobolan toko variasi baim projie atau AF laundry karpet.

Pembobolan tersebut terjadi di Jalan Kol H Burlian, Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang, Selasa (21/11), sekitar pukul 04.00 WIB.

Diketahui pelakunya bernama Rio Pratama alias Rio (19) warga Jalan Gub H A Bastari, Kecamatan Jakabaring palembang. Dia diamankan ditempat persembunyiannya, Selasa (23/11) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi menuturkan, berkat rekaman CCTV dan laporan korban Aflim Eka Putra (39), anggotanya langsung mengamankan satu dari dua pelaku pembobolan.

“Namun saat akan diamankan pelaku mencoba melakukan perlawanan sehingga kita terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur di kaki kanan pelaku,” ujarnya Rabu (24/11).

Dikatakan Kompol Tri, pada saat melakukan aksinya pelaku tidak sendiri melainkan bersama temannya Mulkan (DPO). Dan berhasil mengambil dua buah ambal milik konsumen korban.

“Aksi kedua pelaku terekam kamera CCTV, berkat rekaman tersebut kita berhasil mengenali satu pelaku dan langsung mengamankannya,” katanya.

Lanjut Kompol Tri menjelaskan, aksi pembobolan toko korban pertama kali diketahui oleh karyawannya sendiri saat akan membuka toko dan melihat keadaan toko dalam keadaan berantakan, sehingga pegawai tersebut mengabari korban.

Tidak hanya sekali, lanjut Kompol Tri mengungkapkan dari hasil pemeriksaan didapatkan pelaku melakukan aksinya lebih dari satu kali.

“Saat dilakukan introgasi oleh anggota, pelaku mengakui aksinya lebih dari satu kali, sedangkan pelaku lainnya sedang dalam pengejaran anggota kita,” tutupnya.

Sementara itu, pelaku Rio mengakui perbuatannya bersama temannya Mulkan. “Pada saat itu kami melakukan aksi itu berdua, kami menunggu suasana toko sepi barulah melakukan aksi Pembobolan toko tersebut,” katanya.

Ditanyai ambal hasil curiannya, Rio mengaku dijual ke pasar Cinde Rp200 ribu. “Hasil curian itu kami jual, uangnya saya gunakan kebutuhan sehari-hari. Dan uangnya sudah habis,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera