Terjatuh Kejar Jambret, Rahmiati Kejang-Kejang

Korban Rahmiati saat berada di RSUD BARI Palembang, Rabu (24/11). Foto: humas polrestabes palembang

PALEMBANG, PALPOS.ID – Hendak membeli obat ke apotek, dua perempuan kakak beradik menjadi korban jambret di Jalan KH Wahid Hasyim, tepatnya di dekat Jembatan Ogan.

Korban kini dirawat di RSUD BARI Palembang untuk mendapat penanganan medis, sejak Selasa (23/11).

Diketahui korbannya Rahmiati Pratiwi (21), dan adiknya Sailah (12), warga Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Semeru Kelurahan Tuan Kentang Palembang, mengalami luka-luka.

Akibat kejadian penjambretan tersebut, Rahmiati harus dilarikan ke rumah sakit, karena mengalami kejang-kejang setelah menabrak sebuah mobil.

Sedangkan Sailah mengalami luka di dahi dan dirawat jalan.

Wahyudi (33), saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, bahwa korban sedang berusaha mengejar pelaku jambret.

“Kejadian itu sekitar pukul 18.30 WIB. Saat kejadian saya dan teman saya baru sudah membeli pecel lele. Kemudian kami melihat korban dan pelaku lagi kejar-kejaran sambil teriak ‘jambret!!!’,” kata Wahyudi.

Dikatakan Wahyudi, saat kejadian ia melihat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat Street warna hitam, berusaha menendang pelaku di sebelah kirinya.

Namun tidak kena. Korban malah oleng ke sebelah kanan, menabrak bagian belakang mobil Honda Jazz dan terjatuh.

“Saat terjatuh, korban Rahmiati langsung kejang-kejang, dan mengeluarkan darah dari kepalanya. Makanya langsung saya tolong, dan saya bawa pakai mobil ke RSUD BARI. Mata sebelah kanan lebam bengkak,” jelasnya.

Setelah korban terjatuh, pelaku langsung kabur ke arah Simpang Sungki.

“Kami sedikit mengenali ciri-ciri pelaku, yakni rambut pendek, memakai kaos berwarna coklat. Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Revo,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan handphone miliknya yang berhasil dirampas pelaku.

Sementara Safri (50), ayah korban mengatakan, kalau kedua anaknya itu hendak membeli obat ke Apotek.

“Anak-anak saya ini mau beli obat. Awalnya saya yang mau beli, tapi Rahmi bilang biar dia saja,” katanya.

Mendengar anaknya menjadi korban jambret, Safri langsung datang ke RSUD BARI.

“Kaget, saya langsung cepat-cepat datang. Handphone saja yang hilang. Adiknya dirawat di rumah,” tutupnya. (*)

Editor: Bambang Samudera