Dinkes Akan Akomodir Pengobatan Anak Pengidap Hydrosefalus

Bocah penderita hydrosefalus dipangku sang ibu, Kamis (25/11). Foto: isro/palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Ilir (OI), akan mengakomodir pengobatan Wahyu Hidayat (5). Wahyu merupakan anak penderita gizi buruk (stunting) yang didiagnosa mengidap penyakit Hydrosefalus.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ogan Ilir Rachmad Edward, usai meninjau dan melihat keadaan bocah malang tersebut di RSUD Indralaya, Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Kamis (25/11) sore.

“Kami dari Dinkes OI sepenuhnya akan mengakomodir pengobatan anak tersebut. Juga kita minta dokter meningkatkan kondisi umum (KU) nya. Kita tunggu pemeriksaan dokter spesialis, apakah bisa ditangani dengan dokter disini atau harus dirujuk ke RS lain yang lebih baik dan lengkap,” ungkapnya.

BACA JUGA: Bocah Penderita Hydrosefalus Butuh Perawatan

Pihaknya bahkan telah berkoordinasi dengan dokter yang menanganinya untuk membantu mencarikan penyediaan penambah darah untuk pasien, karena setelah dilakukan pemeriksaan paseien dengan gizi buruk ini membutuhkan asupan darah.

Sementara dokter menanganinya Dr Jessika mengatakan, bahwa kondisi pasien saat ini memang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, anak yang telah berusia 5 tahun tersebut terlihat seolah bayi yang masih berusia 1,6 tahun.

“Tadi kita menerima pasien yang di antarkan langsung oleh dokter dari Puskesmas Pemulutan, tadi sudah saya lakukan pemeriksaan fisik pada pasien. Selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan lep juga ronsen agar penyakitnya dapat kelihatan,” ungkapnya.

Kalau dari Pemeriksaan fisik, dikatakan Jessika, telah kelihatan bahwa pasien mengalami gizi buruk (stunting). Ketika dirontgen juga terdapat tanda-tanda infeksi dari paru-parunya. Dan juga setelah diperiksa lab, pasien ini juga Homoglobin (HB) nya juga rendah.

“Setelah kita periksa di lab Pasien ini HB-nya sangat rendah yaitu di angka 4. Sedangkan untuk normalnya itu HB-nya 10-11. Kalu sudah dibawah 8 itu harus kita transfusi darah. Selain itu kita akan berikan Formula 75 (asupan nutrisi yang memiliki 75 kalori),” terangnya. (*)

Editor: Bambang Samudera