Bagaimana Nasib Korban Pelecehan Seksual Mahasiswi Unsri

Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM Unsri Syarifah, bersama kedua anggota BEM lainnya ketika memberikan keterangan kepada media, Selasa (28/09). Foto: isro/palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Dua bulan sudah pasca beredarnya curhatan diduga mahasiswi yang menjadi korban kasus pelecehan seksual di kampus Universitas Sriwijaya (Unsri), yang menghebohkan jagat dunia maya, sampai saat ini kasus tersebut masih menjadi misteri.

Meski pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unsri beberapa waktu lalu menyatakan, kebenaran kasus yang beredar tersebut dan mengaku telah menjalin komunikasi dengan korban.

BACA JUGA: Dugaan Pelecahan Seksual Mahasiswi Unsri, Rektor : Kita Bentuk Tim Etik

Bahkan terdapat penambahan dua korban lainya di fakultas yang berbeda. Akan tetapi sejauh ini belum ada bukti nyata yang dapat membuktikan secara pasti apakah memang ada aksi pelecehan yang di tuduhkan kepada oknum dosen di kampus bercorak kuning tersebut.

“Kami BEM KM Unsri sejauh ini selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan korban. Kami selakuĀ  advokasi yang menjadi kuasa hukum korban selalu bertindak sesuai arahan dan atas izin dari korban. Untuk melindungi nama baik dan identitas korban untuk itu kami tidak bisa memberitahu siapa dan di fakultas apa korban ini kuliah,” Ujar presiden mahasiswa Unsri Dwiki Sandy didampingi para mentrinya saat jumpa pers, Jumat (26/11) sore di sekretariat BEM KM Unsri Indralaya.

BACA JUGA: Korban Pelecehan Seksual di Unsri Bertambah Dua Orang

Dikatakan Dwiki sejauh ini pihaknya yang telah menerima mandat(surat kuasa) dari pihak korban, telah menjalin berkomunikasi dengan Ketua DPRD Sumsel, Dinas Perlinduangan Perempuan dan Anak(PPA) Provinsi Sumsel bahkan telah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi Unsri.

“Kami sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak, juga tidak sedikit yang mengintimidasi kami agar jangan terlalu jauh lagi membawa kasus ini. Kami belum melapor ke pihak berwajip(Polisi) karna kami masih berharap dan masih percaya kepada pimpinan Universitas Sriwijaya agar kasus ini dapat diselesaikan secara internal. Kalau sudah mendesak, tidak menutup kemungkinan kami akan membawa kasus ini ke jalur hukum,” terang Dwiki dan Rekan-Rekannya.

BACA JUGA: Kapolres OI Sangat Menyayangkan Belum Adanya Laporan Terkait Kasus Pencabulan di Kampus Unsri

Meski belum melapor, Dwiki mengaku banyak jajaran aparat kepolisian yang telah berkomunikasi dan berkoordinasi baik secara langsung atau melalui sambungan telpon untuk menanyakan kasus tersebut. Akan tetapi pihaknya belum mau secara terbuka membeberkan kasus tersebut kepada pihak manapun, kecuali pihak yang memang benar-benar mereka percai.

“Dalam kasus ini kami berpegang pada Permendikbud No 30 tahun 2021 Tentang pencegahan dan penanganan Kekerasan Seksual(PPKS) di perguruan tinggi. Meski kemaren dari rektor akan menandatangani Surat Keputusan (SK) penyelesaian kasus ini, akan tetapi sampai hari ini kepastian itu belum terlaksana. Ketika di tanya selalu di jawab “Insya allah” bahkan kami tidak diizinkan untuk mengetahui hasil dari penyelidikan itu. Tetap kita akan tunggu kalau tidak sesuai maka kami tidak akan menerimanya,” katanya. (*)

Editor: Bambang Samudera