Ratusan Masyarakat Sambangi Kantor DPRD Muratara

Ratusan Masyarakat Sambangi Kantor DPRD Muratara. (Foto : Alam/Palpos.id)

MURATARA, PALPOS.ID – Ratusan masyarakat dari Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan sambangi Kantor DPRD Muratara, kedatangan mereka meminta agar air Sungai Rupit jernih kembali. Massa yang datang sekitar pukul 10.00 Wib, Senin (29/11) melakun unjuk rasa dan tidak beberapa lama langsung ditanggapi oleh Kapolres Muratara dan Ketua DPRD berserta puluhan anggota DPRD.

Adapun tuntutan masyarakat yang bertuliskan dikertas kartun yakni Kami meninta air jernih seperti dulu, camat dan kades bertangungjawab, APH dan Dinas terkait harus bertindak tegas, hukum tegak dengan seadil adilnya dan DPRD jangan tidur.

Menurut pantauan dilapangan unjuk rasa sempat alot dimana massa meminta Bupati atau Wakil Bupati Muratara hadir ditengah tengah massa, setelah menunggu beberapa jam akhirnya Wakil Bupati yang datang.

Koordinator Lapangan (Korlap) Frengki Pernando dalam orasinya menyampaikan kami yang tergabung dalam Empat Kecamatan yaitu Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit, Karang Dapo dan Rawas Ilir disini meminta agar air sungai Rupit dan Rawas agar dapat jernih kembali seperti dulu.

Menurutnya keruhnya air sungai diakibatkan adanya aktivitas tambang emas ilegal diulu sungai. “Maka dari kita mendesak kepada stek holder yang terkait anggota DPRD, Pemkab Muratara dan Polres Muratara agar menindak tegas para pelaku penambang emas ilegal tersebut,”pintahnya.

Dijelaskan mengingat mayoritas masyarakat di Empat Kecamatan mengkonsumsi air sungai Rupit dan Rawas, dengan keruhnya air sungai tersebut membuat masyarakat terkena menyakit kulit dan juga kondisi air sungai pada saat ini sangat tidak layak dikonsumsi.

“Kita semua tahu kebanyak masyarakat itu mengkonsumsi air sungai, jadi kita meminta agar ditindak tegas,”jelasnya.

Ia menegaskan apabilah dalam waktu dekat setelah aksi ini tidak ada juga upaya penindakan terhadap pelaku penambang emas ilegal, maka pihaknya akan melakukan aksi kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

“Kita menunggu langka apa yang dilakukan oleh instansi terkait dalam memberikan tindakan. Apabilah tidak ada tindak kita akan melakukan ujuk rasa dengan jumlah masa yang lebih besar lagi,”tegasnya.

Ditempat yang sama, Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto, SiK meminta kepada massa agar bisa menjaga ketertiban, apapun bentuk penyampaian harus dengan kepala dingin jangan sampai emosi.

Lanjutnya pihaknya juga sudah melakukan penindakan tegas dan bahkan sudah yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Meskipun akses jalan menuju kesana jauh, namun tidak akan menjadi kendala kita untuk melakukan penindakan tegas. Kedepan kita tetap berupaya untuk menindak tegas para pelaku penambang emas ilegal tersebut, maka dari itu kita meminta dukungan dari suruluh elemen agar bisa membantu dalam membasmi para pelaku penambang emas ilegal,”katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Muratara Efriansyah mengatakan pihaknya sudah berupaya dengan memangil seluruh steck holder yang ada, agar menindak tegas para penambang emas ilegal.

“Pertanggal 30 Juni 2021 DPRD Muratara sudah merekomendasi kepada Pemkab Muratara untuk mengeksekusi para pelaku penambang emas ilegal,”jelasnya.

Dikatakannya dirinya juga orang Desa Noman dan bapak ibu tinggal disana mengkonsumsi air sungai Rupit, artinya merasakan juga dampak dari keruhnya air Sungai Rupit.

“Kita sangat mendukung sekali para pelaku penambang emas itu ditindak tegas, apabilah terkendala anggaran disampaikan kepada kita. Selagi sekarang masih dalam pembahasan anggaran dan bila perlu tahun 2022 ditiadakan anggaran pembangunan, agar permasalahan ini bisa diselesaikan,”katanya. (*)