Wawako Undi 92 Lapak Pedagang Ikan

Wawako Prabumulih H Andriansyah Fikri mengecek lapak di pasar ikan higienis yang baru saja diundi bagi pedagang ikan, Senin (29/11). (Foto : Prabu/palpos.id)

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Wacana pemerintah kota (pemkot) Prabumulih untuk merelokasi pedagang ikan yang berjualan di belakang Pasar Tradisional Modern (PTM) 2 tepatnya Jalan Prof M Yamin ke Pasar Ikan Higienis yang terletak di belakang PTM 1, terus berlanjut.

Pemkot Prabumulih telah melakukan pengundian lapak, yang nantinya akan ditempati oleh pedagang ikan. Pengundian tersebut, dipimpin langsung Wakil Walikota Prabumulih H Andriansyah Fikri SH didampingi Asisten bidang Keuangan dan Pembangunan H Yusuf Arni, dilantai dasar PTM 1, Senin (29/11).

Wakil Walikota Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH mengatakan ada 92 lapak yang diundi. “Alhamdulillah kita sudah melaksanakan pengundian untuk penempatan lapak Pasar Ikan Higienis ini, ada 92 lapak yang kita undi,” ungkap wawako.

Dengan telah dilakukan pengundian tersebut sambung Fikri, para pedagang wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan. “Jadi tadi nomor (lapak) sudah dapat sudah sah milik mereka, tapi keabsahannya lagi setelah mereka menandatangani surat pernyataan,” ujar mantan Ketua DPRD Kota Prabumulih ini.

Pernyataan yang ditandatangani pedagang diantaranya, bersedia menempati lapak yang disediakan, mentaati aturan yang ada, tidak menyewakan lapak kepada orang lain. “Kalau mereka sudah menandatangai surat pernyataan, barulah mereka sah milik mereka,” kata Fikri.

Ketika ditanya mengenai sanksi apabila pedagang melanggar surat pernyataan yang dibuat, secara tegas Wawako mengatakan pemerintah akan mengambil alih kembali lapak pedagang jika melanggar isi dari surat pernyataan tersebut.

“Dibatalkan, diambil alih dan kita alihkan kepada yang lain yang membutuhkan,” tegasnya sembari mengatakan pedagang yang menempati Pasar Ikan Higienis adalah pedagang ikan yang selama ini berjualan di Jalan Prof M Yamin. “Ini pedagang lama semua, hanya saja kita pindahkan ke sini,” ucapnya.

Disinggung mengenai pedagang ikan yang masih tetap bertahan berjualan di tempat yang lama, Fikri menuturkan, secara perlahan pihaknya akan melakukan penertiban. “Perlahan akan ditertibkan dari pemerintah kota,” tuturnya sembari menuturkan 11 Desember mendatang PIH akan diresmikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Lebih lanjut Wawako menuturkan, selain mendapatkan lapak dan dibebaskan biaya sewa selama 1 tahun pertama, para pedagang ikan yang menempati lapak di PIH akan mendapatkan bantuan berupa timbangan, bok penyimpanan ikan serta freezer.
“Ada lima macam bantuan, dan ini selama setahun ini gratis jadi tahun 2022 gratis mungkin baru tahun 2023 dikenakan sewa,” imbuhnya seraya mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja di PIH. “Disinikan lebih bersih namanya juga pasar higienis,” pungkasnya.

Sementara, Munzili Tamrin salah satu pedagang ikan yang ikut dalam pengundian lapak tersebut mengaku senang dengan adanya relokasi tersebut. “Alhamdulillah kami selaku pedagang bersyukur, mudah-mudahan menjadi prabumulih teladan,” ucapnya seraya berharap ditempat yang baru pembeli lebih ramai.

Sedangkan, pedagang ikan lainnya bernama Sumarni mengaku belum puas dengan lapak yang disediakan pemerintah tersebut. “Agak kurang puas karena tempatnya agak sempit, kalau di belakang (tempat lama) lebih lapang,” kata wanita yang mengaku telah 20 tahun berjualan ikan tersebut. (*)