Kekerasan Perempuan dan Anak Capai 76 Kasus

Pj Sekda Muara Enim Drs Emran Tabrani MSi membuka kegiatan Pelatihan Relawan Peduli Perempuan dan Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Muara Enim. (Foto : Ozi/Palpos.id)

MUARAENIM, PALPOS.ID – Kasus kekerasan menimpah kaum perempuan dan anak masih banyak terjadi di Kabupaten Muara Enim. Sepanjang tahun 2021, angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Bumi Serasan Sekundang mencapai 76 kasus.

Demikian data tersebut diungkapkan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Drs Emran Tabrani MSi, saat membuka kegiatan Pelatihan Relawan Peduli Perempuan dan Anak yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Muara Enim, di Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim, Kamis (2/12).

“Tercatat ada total 76 laporan kekerasan, yakni terhadap perempuan sebanyak 26 kasus dan 50 kasus terhadap anak sepanjang Tahun 2021 selama Bulan November akhir,”tutur Emran.

Emran menyebutkan, fenomena terhadap kekerasan wanita sudah menjadi isu publik yang banyak dibahas. Karena menjadi fokus kebijakan di seluruh dunia terutama di negara yang bebas berdemokrasi perjuangan kaum perempuan dalam mendapatkan hak kesetaraan yang setara dengan laki-laki.

Menurutnya, hal ini sangat memerlukan waktu yang panjang begitu pun dengan kasus kekerasan terhadap anak-anak yang melambung tinggi. “Untuk itu perlu digalang komitmen bersama mendukung upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan melalui pelatihan ini diharapkan para relawan mampu memahami tata cara proses pengaduan terkait tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mengetahui indikasi-indikasi akan terjadinya kekerasan tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi Dinas PPPA Kabupaten Muara Enim yang telah menjadi lini sektor utama dalam terselenggaranya kegiatan pelatihan Relawan Peduli Perempuan dan Anak di Kabupaten Muara Enim.

“Ini yang tentunya menyangkut akan Hak Asassi Manusia (HAM) yang harus dilindungi, mari bersama-sama kita wujudkan Muara Enim Kota layak perempuan dan anak,” terangnya.

Adapun Kegiatan yang turut dihadiri oleh Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemkab Muara Enim, lembaga sosial masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kabupaten Muara Enim Perkumpulan Ojek Tanjung Agung dan Muara Enim.

Serta Organisasi Wanita di Kabupaten Muara Enim tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat sekitar akan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Muara Enim. (*)