Omicron, Varian Baru Covid yang Tak Terdeteksi PCR

Anggota Komisi I DPRD Sumsel, DR H Budiarto Marsul. (Foto : Istimewa)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pandemi Covid 19 belum berakhir, bahkan saat ini di negara tetangga telah muncul varian baru dari Covid-19 yakni Omicron yang tidak terdeteksi oleh PCR. Untuk itu Anggota DPRD Sumsel maupun Ikatan Dokter Indonesia (IDI), meminta masyarakat tetap waspada dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Anggota Komisi I DPRD Sumsel, Budiarto Marsul mengatakan, berdasarkan informasi dimedia, saat ini ada varian baru virus Corona, Omicron yang sudah terdeteksi di beberapa negara. Varian ini disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam menularkan virus.

“Sebelum wabah tersebut masuk dan menyerang bangsa ini khususnya Sumsel, saya minta masyarakat tidak abai dan tetap menerapkan prokes yang ketat. Selain itu, dirinya juga meminta pemerintah untuk tidak segan segan menutup jalur penerbangan di negara yang tingkat covidnya masih tinggi,” ujar politisi Partai Gerindra tersebut.

Sedangkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Palembang, dr Zulkhair Ali mengatakan, vandemi covid belum berakhir. Bahkan, dia mengibaratkan situasi Pandemi bak sinetron Ikatan Cinta yang tak kunjung usai.

“Saya akui kalai saat ini kasus positif covid sudah sangat rendah, bahkan ada daerah yang kasus positifnya nol. Namun harus diketahui kalau itu bukan berarti kondisi tersebut sudah selesai. Karena kita belum sepenuhnya normal,” katanya, Kamis (2/12).

Sebagai garda terdepan dalam penanganan covid, Zulkhair mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam melaksanakan prokes. Karena, lemahnya disiplin prokes dapat membuat potensi penularan tinggi hingga berujung lonjakan kasus. “Cukuplah dulu, pemerintah tidak terlalu serius menanggapi masuknya covid, hingga akhirnya wabah tersebut masuk ke Indonesia, dan meninbulkan ribuan bahkan jutaan penduduk terkena vandemi,” katanya.

Saat ini, Zulkhairtelah muncul varian baru lagi dari covid yakni varian Omicron dan dia bersyukur karena pemerintah telah lebih sigap dengan menutup seluruh penerbangan dari beberapa negara yang terkena wabah. Namun, lanjutnya, tindakan itu belum cukup untuk mencegah masuknya varian baru ke Indonesia. Khususnya Sumsel. Sebab, varian baru tidak bisa terdeteksi dengan PCR Test. “Proses pendeteksiannya hanya bisa dilakukan dengan alat Genomic Test yang hanya ada di beberapa kota. Palembang tidak punya. Kita harus mengirim sampel ke Jakarta dan Bandung,” bebernya.

Bukan tidak mungkin, kata Zulkhair, virus tersebut sudah masuk ke Indonesia. Namun belum saja terdeteksi. “Jadi tidak ada pilihan lain bagi masyarakat untuk disiplin prokes. Terutama menggunakan masker,” tandasnya

Menurutnya, ada dua alasan membuat dirinya berkesimpulan jika pandemi belum usai. Pertama yakni munculnya berbagai varian baru di berbagai negara. Temuan kasus mutasi Covid-19 masih terus timbul dengan beragam gejala yang menyerang penderitanya.

“Sampai saat ini belum diketahui apakah varian baru ini apakah bisa ditangkal dengan vaksin yang telah disuntikkan. Sehingga potensi penularan ataupun resiko kematian akibat Covid-19 masih bisa dialami penderita meskipun sudah divaksin. Oleh sebab itu, sekali lagi saya meminta masyarakat tidak abai dengan Prokes,” tegasnya. (*)