Guru di Lubuklinggau Minta Pendampingan Hukum

Penandatanganan MoU kepsek dan guru di Lubuklinggau dengan Rumah Hukum Edwarantoni, di Gedung Guru, Selasa (30/11). (Foto : Yati/Palpos.id)

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Kepala sekolah dan guru di Kota Lubuklinggau melakukan kerjasama dengan praktisi hukum. Kerjasama tersebut berupa konsultasi dan pendampingan di bidang hukum.

Kerjasama itu dituangkan dalam Memorendum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh kepala sekolah dan guru di Lubuklinggau yang diwakili Ketua MKKS Lubukkinggau, Puguh Purnomo dan Ketua MKKM Lubuklinggau Pertiwi, dengan rumah Advokad Edwar Antoni.

Penandatanganan itu dilakukan dalam moment puncak peringatan hari guru, di Gedung Guru, beberapa waktu yang lalu.

Ketua PGRI Lubuklinggau, Erwin Susanto, menyatakan dengan kerjasama hukum tersebut maka guru dan kepala sekolah di Lubuklinggau bisa melakukan konsultasi hukum masalah hukum atau pendampingan hukum bila diperlukan nanti.

Sementara itu, Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe, mengatakan kerjasama dibidang hukum tersebut memang sangat diperlukan. Mengingat tantangan yang akan dihadapi kedepan.

Kerjasama hukum tersebut juga berkaitan dengan adanya aksi provokasi antar pelajar beberapa waktu lalu, sehingga nyaris terjadi tauran antar pelajar dan antar sekolah.

Provokasi itu, diyakjni Nanan, bukan murni dilakukan oleh oknum pelajar. Namun sebaliknya bisa saja dilakukan oleh pengiat media sosial (medsos) untuk kepentingan meningkatkan follower.

“Biar follower meningkat dibuatlah kontrn-konten yang viral,” ujarnya.

Untuk itu, dia meminta agar guru tidak tinggal diam mencari pelaku provokator yang dimaksud. Selain itu, dia juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dan memproses pelaku yang sudah meresahkan dunia pendidikan di Lubuklinggau.

“Ini dampaknya bisa meluas terhadap jaminan keamanan di Kota Lubuklinggau dane mengancam investasi yang akan masuk,” pungkasnya. (*)