Pasal Warisan, Ibu Kandung Dilaporkan 5 Anaknya

Ibu Rodiah mendatangi Markas Polres Metro Bekasi diantar tiga anaknya, di Bekasi, Jawa Barat. (Pradita K. Syah/Antara)

BEKASI, PALPOS.ID – Malang nasib seorang ibu, Rodiah (72). Warga asal Kampung Gudang Huut, Desa Sindangjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan kelima anak kandungnya.

Kelima anaknya itu melaporkan ibu kandung ke Polres Metro Bekasi. Usut punya usut, rupanya pasal penggelapan harta warisan. Sang ibu menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Bekasi, Senin (29/11), dengan diantar tiga anak lainnya. Rupanya, Ibu Rodiah itu memiliki 8 orang anak.

”Sakit (perasaan) saya. Sonya (anak pertama Rodiah), melaporkan ibu ke Mabes, ke Polda, dan terakhir di Polres. Katanya ibu gadaikan tanah sebesar Rp500 juta,” kata Rodiah seperti diansir dari Antara di Cikarang.

Saat mendatangi Markas Polres Metro Bekasi, Rodiah duduk di atas kursi roda karena kedua kakinya lumpuh akibat penyakit stroke. Dia tak menyangka anak kandung yang telah dibesarkan melaporkan dia ke polisi hanya karena ingin warisan. Anak-anaknya menuduhnya menggadaikan sertifikat tanah seluas 9.000 meter persegi.

Selain dilaporkan ke polisi, Rodiah juga mengaku sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lima anak kandungnya. Seperti diteror hingga dipaksa tanda tangan.

”Anak ibu ada delapan yang tiga ikut sama ibu. Yang lima itu sering teror ibu. Rumah ibu ditimpukin batu, sampai ibu dipaksa tanda tangan,” ucap Rodiah.

Menurut dia, perlakuan lima anak Rodiah itu terjadi sejak suaminya meninggal dunia. Bahkan saat pihak keluarga menggelar tahlilan hari ketiga meninggalnya suami, kelima anaknya secara diam-diam mengambil surat tanah dia simpan.

Selain fisik sudah menua dan sakit-sakitan, Rodiah juga trauma. dia sering merasa takut ketika mendengar pintu rumahnya diketuk. Dia takut didatangi kelima anaknya karena sering diancam.

”Tapi ibu pasrah saja sudah, mau diapain juga. Ibu punya Allah SWT. Ibu serahkan semua nasib ibu,” kata Rodiah, seraya mengusap air mata.

Rodiah dilaporkan anak pertamanya, Sonya Susilawati, dengan tuduhan pasal 372 KUHP dan atau pasal 385 KUHP tentang penggelapan. Hingga kini polisi belum mau memberikan keterangan resmi terkait kasus itu. (Jawapos.com)