Pencuri Aset Pertamina Berakhir di Kursi Roda

Tersangka Topan yang diamankan Satreskrim Polrestabes Palembang, Jumat (17/12). Foto: mizon/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Buronan kasus pencuri aset PT Pertamina Hulu Rokan 4 Field Prabumulih di Komplek Opi. Tepi Sungai Ogan 15 Ulu Jakabaring, diringkus anggota Unit Pidum dan Tekab 134 Satreskrim Polrestabes Palembang.

Tersangka, Topan (19), buruh harian lepas yang tinggal di sekitaran Tempat Kejadian Perkara (TKP).

BACA JUGA: Pencuri Motor Purnawirawan TNI Diringkus

Ditangkap saat berada di depan SMA N 19 Jalan Gubernur HA Bastari, 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kamis (16/12), sekitar pukul 13.30 WIB.

Karena tidak kooperatif alias melakukan perlawanan dan hendak kabur saat akan diamankan, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kanan hingga tersungkur

Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan, tersangka beraksi, Selasa 11 Mei 2021, sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu aksinya terlihat warga dan dilaporkan ke sekuriti Pertamina.

BACA JUGA: Kawanan Pencuri Sawit PT TMM Diamankan

“Ketika dicek, ternyata barang-barang milik Pertamina berupa pipa, gate, valve dan barang lainnya telah hilang. Kemudian kejadiannya dilaporkan ke Polrestabes Palembang,” jelas Tri, Jumat (17/12).

Selanjut, anggota Pidum dan Tekab 134 pimpinan Kanit AKP Robert P Sihombing, melakukan penyelidikan hingga mendapat informasi dari warga tentang keberadaan pelaku.

“Lalu anggota melakukan penangkapan terhadap pelaku di depan SMA N 19. Karena melawan dan hendak kabur saat disergap, pelaku diberikan tindakan tegas dengan terukur di kaki,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan (Curat), dan terancam hukuman pidana penjara di atas 5 tahun.

Sementara, tersangka Topan mengakui telah mencuri barang-barang milik Pertamina Hulu Rokan 4 Field Prabumulih.

“Iya paj, saya yang melakukan pencurian barang-barang milik Pertamina itu,” katanya duduk di kursi roda seraya merintih kesakitan akibat luka tembak. (*)

Editor: Bambang Samudera