Takut Ditembak dan Dihantui Rasa Bersalah, Pencuri Menyerahkan Diri

Pelaku saat diamankan di Mapolres OKU. (Foto : Eko/Palpos.id)

BATURAJA, PALPOS.ID – Lantaran nekad mencuri beberapa dus teh yang disimpan di dalam sebuah gudang Distributor, Feriyanto (22), warga Jalan Imam Bonjol, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, harus mendekam di sel tahanan Mapolres OKU. Feriyanto diamankan setelah dirinya menyerahkan diri ke Unit Pidum Sat Reskrim Polres OKU, Rabu (12/01).

Kapolres OKU, AKBP Danu Agus Purnomo melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Mardi Nursal menjelaskan, kejadian tersebut terjad di gudang CV. Fajar Laut, di Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, Selasa (04/01) lalu.

Karena tak terima gudangnya diacak-acak pencuri, Murjadi (61), warga Jalan Dr Moh Hatta, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, melaporkan kejadian tersebut kepada Polres OKU.

“Beberapa waktu lalu kita menerima laporan perkara pencurian dengan pemberatan (pasal 363 KUHP). Kita sudah menindaklanjuti laporan itu dengan olah TKP dan mencari keberadaan pelaku,” ungkap Mardi, Kamis (13/1).

Dijelaskan Kasi Humas, saat itu korban dan saksi Fitri hendak mengecek stok barang di gudang dan didapati susunan dus teh bendera kotak telah berubah. Setelah ditelusuri, ternyata 4 dus teh bendera kotak telah dicuri. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp2.120.000.

“Tersangka memang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tahu-tahu, pada Rabu (12/1) tersangka datang ke Unit Pidum Sat Reskrim Polres OKU untuk menyerahkan diri. Saat ini kita masih melakukan proses hukum terhadap tersangka,” jelasnya.

Selain mengamankan pelaku, tambah AKP Mardi, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa 8 kotak teh bubuk bendera, 1 buah kardus teh bubuk bendera dan 1 unit mobil warna hitam BG 1724 FK.

“Semuanya, baik tersangka maupun barang bukti sudah kita amankan di Mapolres OKU,” pungkasnya.

Sementara pelaku sendiri mengaku, menyerahkan diri ke polisi karena dihantui rasa bersalah dan takut ditembak polisi.

“Sehabis mencuri, entah kenapa saya ketakutan dan dihantui rasa bersalah. Lalu saya menyerahkan diri ke kantor polisi. Saya benar-benar menyesal sudah melakukan perbuatan hina ini,” kata Feriyanto. (*)