Pandemi Covid-19, Angka Perceraian di OKU Tetap Tinggi

Ketua PA Baturaja, H Zulkifli. (Foto : Eko/Palpos.id)

BATURAJA, PALPOS.ID – Meskipun saat ini masih masa pandemi covid-19, namun hal itu ternyata tidak membuat angka kasus perceraian di Kabupaten OKU mengalami penurunan.
Bahkan, pada awal tahun 2022 ini, meskipun baru berjalan setengah bulan namun jumlah berkas perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama (PA) Baturaja sudah mencapai 30 kasus.

“Ya, angka perceraian di daerah ini lumayan tinggi. Namun tidak sebanyak daerah lain seperti Kota Palembang, Muaraenim, Kayuagung dan Pangkalan Balai,” kata Ketua PA Baturaja, H Zulkifli, Jumat (14/01).

Dia menjelaskan, pada tahun 2021 lalu angka perceraian di OKU tercatat ada 738 perkara. Angka ini sedikit mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2020 yang hanya 720 perkara.

Angka perceraian di OKU ini sendiri kata dia, penyebabnya didominasi oleh pertengkaran pasangan suami istri yang dipicu oleh masalah ekonomi, pihak ketiga (selingkuhan) dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Sebagian besar pengajuan yang kita terima dilakukan oleh pihak perempuan atau istilahnya gugat cerai,” tegasnya.

Sementara dari jumlah perkara perceraian yang diterima PA Baturaja pada 2021 itu ungkap dia, ada beberapa perkara yang berhasil di mediasi sehingga pasangan suami istri yang hendak mengajukan gugatan cerai atau cerai talak bisa berdamai.

“Alhamdulilah, ada sekitar 5 perkara yang berhasil kita mediasi,” sebutnya.

Zilkifli mengatakan, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memediasi suami istri yang mengajukan perkara perceraian, karena tindakan itu membawa dampak besar tak hanya bagi kedua belah pihak, keluarga bahkan terutama berdampak pada anak-anak.

“Kita berusaha semaksimal mungkin agar pasangan ini tidak bercerai baik melalui mediasi, bahkan didalam persidangan pun kita mencoba mendamaikan kedua belah pihak agar tidak terjadi perceraian, karena ini dampaknya besar apa lagi bagi anak-anak. Namun apa daya tahun lalu cuma 5 kasus yang kita berhasil damaikan,” tandas dia. (*)