Bunuh Tetangga, Leher Korban Nyaris Putus

Tersangka Feri yang menggorok leher tetangganya sendiri, saat diamankan di Polda Sumsel. Foto : edho/sumeks.co

PALEMBANG, PALPOS.ID – Unit I Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, ringkus tersangka bunuh tetangga. Dimana, leher korban nyaris putus digorok.

Adalah Feri Prima alias Feri (25), warga Jalan Sriwijaya Raya, Km 13, Kelurahan Karyajaya, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, tersangka pembunuhan dimaksud.

Feri dibekuk di tempat persembunyiannya di Provinsi Lampung, Senin (11/01) malam. Korbannya sendiri, Rangga, tetangga tersangka sendiri. Kejadiannya Minggu (08/03/2015), sekitar pukul 21.00 WIB, tak jauh dari kediaman keduanya.

Jenazah korban ditemukan pada Selasa 10 Maret 2015 sekitar pukul 17.35 WIB, di rawa-rawa, Jalan Karyajaya, Kecamatan Kertapati, Palembang. Atau belakang TPU, tidak jauh dari SPBU Karyajaya.

Motifnya? Tersangka Feri kesal lantaran warung milik ibunya sudah dibongkar oleh korban. Sejumlah barang dagangan dan uang Rp2 juta yang ada di dalam warung raib.

“Tersangka ini selalu berpindah-pindah tempat untuk sembunyi setelah kejadian. Masuk DPO selama 7 tahun dan kita tangkap di Lampung di tempat persembunyiannya,” ujar Wadir Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga, SIK didampingi Kasubdit 3 Jatanras, Kompol Agus Prihadinika, SH, SIK, saat merilis kasusnya, Jumat (14/1) sore.

AKBP Tulus menambahkan, saat melakukan aksi sadisnya, tersangka bersama dengan kakaknya berinisial YJ yang saat ini masih dalam pengejaran pihaknya.

“Tersangka ini kenal dengan korban karena merupakan tetangganya. Lantaran kesal, tersangka tahu kalau korban lah yang melakukan pencurian di warung milik ibunya. Korban sempat dijemput oleh kedua pelaku dan dibawa ke TPU dan langsung dibunuh dengan cara dibacok,” terang Tulus lagi.

Tersangka Feri sendiri mengaku, kalau korban dan dirinya sempat duel menggunakan senjata tajam jenis parang.

“Tersangka saat kejadian mengaku juga sempat terluka karena bacokan dari korban. Karena kalah, tersangka Feri dari arah belakang langsung menggorok leher korban,” tandas Tulus.

Polisi berikan tindakan tegas di kedua kakinya. Karena melawan saat akan ditangkap.  Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana mati. (dho/sumeks.co)